Sabtu, 23 Februari 19

Polisi Imbau Masyarakat Tinggalkan Kebiasaan Lawan Arus

Polisi Imbau Masyarakat Tinggalkan Kebiasaan Lawan Arus
* Melawan arus dalam berkendaraan. (foto: kaskus.co.id)

Jakarta, Obsessionnews.comMelawan arus  saat berkendaraan sudah menjadi kebiasaan masyarakat DKI Jakarta. Bahkan hampir menjadi sebuah kebudayaan masyarakat dalam berlalu lintas. Meski negatif dan melanggar aturan lalu lintas, perilaku tersebut mudah ditemui di beberapa ruas jalan Ibu Kota.

Banyak alasan yang membuat mereka melanggar aturan tersebut. Namun alasan itu tentunya tak dapat ditolerir, karena pelanggaran yang mereka lakukan dapat membahayakan pengguna jalan lainnya.

Melaju melawan arus merupakan perbuatan melanggar hukum. Alasan terlambat ketempat tujuan atau sekedar tak sabar dan ingin cepat sampai membuat sebagian orang nekad menerjang arus yang berlawanan.

Kegiatan yang sangat membahayakan tersebut sebetulnya sudah ada larangannya dalam undang undang. Tindakan melawan arus adalah tindakan yang melanggar hukum, sesuai dengan Undang-Undang no 22 tahun 2009 pasal 287 tentang lalu lintas dan angkutan jalan dengan ancaman pidana kurungan 2 bulan dan denda paling banyak Rp 500 ribu.

Meski sudah ada undang-undangnya, kebiasaan melawan arus ini sudah menjadi rutinitas sehari-hari masyarakat Jakarta. Untuk itu butuh perhatian serius dari kepolisian dan pihak-pihak terkait dalam menangani kasus ini.

Menanggapi hal itu, Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusuf mengimbau warga Jakarta untuk meninggalkan kebiasaan tersebut dalam berkendara. Hal itu diutarakan dalam akun Twitter TMCPoldaMetro.

Tinggalkan Kebiasaan Melawan Arus.. Mulailah Peduli Keselamatan.. Tertib di Jalan, Cermin Pribadi Yang Baik..” tulis Yusuf dalam akun @TMCPoldaMetro, Jumat (8/2/2019).

Tak hanya itu, selain mengimbau Polda Metro Jaya juga menggelar operasi untuk menangani permasalahan melawan arus ini. Dalam operasi ini, pihaknya tidak hanya melakukan tindakan refresif yang meliputi teguran dan tilang. Tetapi, juga melakukan sosialisasi.

Selama operasi dari Kamis (31/1) hingga pekan ini (7/2), Ditlantas Polda Metro Jaya telah menindak 2.857 pelanggar yang melawan arus.

Sementara itu, pihak kepolisiaan melaksanakan sosialisasi dan imbauan sebanyak 42 kali, penyuluhan dan edukasi 26 kali, pengaturan 455 kali, penjagaan 387 kali, serta patroli 157 kali. Jadi total ada 1.218 pelanggar ditilang. Kemudian, 1.649 pelanggar dilakukan teguran secara humanis.

Pihak kepolisian berharap, dengan adanya kegiatan operasi ini dapat menimbulkan efek jera bagi pengendara yang melawan arus lalu lintas. Selain itu dibutuhkan juga kesadaran masyarakat Jakarta untuk lebih dewasa dalam berkendara. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.