Kamis, 18 Agustus 22

Polisi Identifikasi 7 Korban Tewas Bom Sarinah

Polisi Identifikasi 7 Korban Tewas Bom Sarinah
* Polisi sudah menangkap 12 orang terkait serangan teror di Jalan Thamrin, Jakarta Pusat. (BBC)

Jakarta – Polda Metro Jaya menyatakan telah mengidentifikasi tujuh orang yang tewas dalam serangan bom dan penembakan di sekitar pusat perbelanjaan Sarinah, Jakarta Pusat pada Kamis (14/1/2016). Empat di antaranya diduga pelaku serangan.

Juru bicara Polda Metro Jaya M Iqbal mengatakan, empat di antara yang tewas diduga pelaku sementara satu orang masih diselidiki apakah terkait dengan jaringan terorisme atau tidak.

“Satu orang yaitu Sugito, masih diselidiki. Mungkin pelaku mungkin juga warga, karena ada anggota jaringan yang namanya sama,” jelas Iqbal dalam keterangan pers, Sabtu (16/01).

Iqbal juga mengatakan, dalam rekaman CCTV tampak Sugito berjalan dengan salah seorang terduga pelaku, yaitu Dian Joni Kurniadi ( 26 tahun). “Tetapi ada keterangan saksi juga yang menyebutkan dia merupakan warga biasa,” jelas dia.

Iqbal mengatakan salah satu dari empat terduga dipastikan meledakkan bom bunuh diri di dalam Starbucks, yaitu Ahmad Muhazam yang ditemukan dengan kondisi perut yang koyak. “Itu merupakan luka yang khas dari pelaku bom bunuh diri,” jelas Iqbal.

Tiga orang yang diduga pelaku lain yaitu yaitu Dian Joni Kurniadi, Afif alias Sunakin dan Muhamad Ali. “Dari yang diduga pelaku, satu jelas bunuh diri, satu masih diselidiki lempar bom atau bunuh diri, dua kami lumpuhkan,” jelas dia.

Sementara dua orang korban tewas dalam serangan Jakarta yaitu Rico Hermawan yang merupakan WNI dan Amir Quali Tahr warga Kanada. Iqbal mengatakan polisi mengidentifikasi para korban tewas itu, baik sebagai pelaku maupun sebagai warga sipil, dengan menggunakan keterangan saksi serta rekaman CCTV.

Kapolri konpers

Dalam konferensi pers berbeda di Mabes Polri, Kapolri Badrodin Haiti mengatakan ada 33 korban, 7 tewas, dan empat dari korban tewas pasti adalah pelaku.
“Yang satu masih diteliti, yang dua warga sipil,” kata Badrodin Haiti.

Bom bunuh diri terjadi di kafe Starbucks saat ledakan pertama, penembakan dan lemparan bom di pos polisi dan Starbucks. Terjadi tembak menembak antara petugas dengan pelaku, dua pelaku dilumpuhkan dengan tembakan sekitar pukul 11:01 WIB. “Prosesnya 11 menit,” kata Badrodin soal waktu pelumpuhan dua pelaku tersebut.

Polisi juga menjinakkan enam bom. Sejauh ini sudah ada penangkapan 12 orang di Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Timur terkait serangan Jakarta yang disebut bagian dari jaringan Bahrun Naim.

Salah satu yang ditangkap, menurut Kapolri, mendapat transfer dana dari ISIS. Polisi kini punya waktu seminggu untuk memastikan peran mereka dalam seramgam di Jakarta.

Bom Sarinah. (akun facebook Kombes Krishna Muirti)
Bom Sarinah. (akun facebook Kombes Krishna Muirti)

Korban luka
Kapusdokkes Polda Metro Jaya Musafat mengatakan jumlah korban luka sampai Sabtu siang yang masih dirawat di RS mencapai 19 orang, satu diantaranya dalam kondisi kritis. “Seorang satpam yang luka tembak kepala (sudah mati batang otak), siang ini akan dibicarakan dengan kelurga,” jelas dia.

Polda juga mengatakan telah melakukan olah TKP dan penggeledahan di rumah Dian dan Ali di kawasan Meruya Jakarta Barat, Jumat (15/1) malam. Pada Jumat, Direktur reserse kriminal umum Polda Metro Jaya Krishna Murti mengatakan kediaman dua orang itu merupakan tempat merakit bom.

“Jadi terkait kasus serangan di Starbucks dan pos polisi, Polda bersama lab forensik olah TKP dari dua lokasi, satu pelaku di sini dan satu rumah lagi akan kami tunjukkan,” kata Krishna Murti, Jumat (15/1).

Kapuslabfor Budi Suryanto juga mengatakan bahwa dari olah TKP di tiga lokasi, yaitu pos polisi, halaman Starbucks dan bagian dalam Starbucks ditemukan unsur bahan peledak low explosive.

Di pos polantas ditemukan bahan peledak, casing tabung gas elpiji 3 kg, dan pemicu berupa lampu bohlan yang dihubungkan dengan aki motor, paku, dan mur. Pada semua tersangka yang tewas juga ada jejak bahan peledak.

Polisi dan petugas penjinak bom (Foto: akun twitter@radioelshinta)
Polisi dan petugas penjinak bom (Foto: akun [email protected])

Di rumah kontrakan tersangka yang tewas, jubir Polda Metro Jaya M Iqbal mengatakan, polisi menemukan bendera hitam dengan tulisan huruf Arab. “Iya ada bendera tapi itu beda dengan bendera ISIS, tapi hitam dan ada tulisan Arab. Itu terkait atau tidak itu masih diselidiki,” jelas Iqbal kepada wartawan BBC Indonesia Sri Lestari, Jumat (15/1).

Istri Ali, MM, mengatakan suaminya sehari-hari bekerja sebagai supir angkot KWK dan tidak pernah mengikuti organisasi tertentu. “Ya ikut pengajian dekat sini saja, tak ada yang aneh,” jelas MM kepada wartawan di depan kediamannya di kawasan Pesanggrahan Jakarta Barat.

MM mengatakan pada Kamis (14/1) lalu suaminya lebih pendiam dan pergi seperti biasa. “Ya kayak kerja biasa aja, cuma ya itu memang agak pendiam pagi itu, nggak bilang apa-apa,” kata dia.
MM telah menikah selama 14 tahun dengan Ali dan memiliki tiga anak.

Pada Jumat (15/1) polisi juga menangkap satu orang tersangka yang terkait dengan kelompok Santoso di Poso. (BBC)

Baca juga:

Bom Meledak di Depan Sarinah

Jokowi Perintahkan Kapolri Kejar Pelaku Bom Jakarta

Jokowi Kecam Bom Jakarta

Menko Polhukam: Pasca Teror Bom, Jakarta Telah Aman

Pasca Teror Bom Sarinah, Kedubes-kedubes di Jakarta Biasa Saja

ISIS Klaim Tanggung Jawab Atas Teror Jakarta

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.