Minggu, 17 Oktober 21

Polisi Harus Ramah Layani Pemudik

Polisi Harus Ramah Layani Pemudik
* TINJAU PASUKAN : Gubernur Soekarwo bersama Kapolda dan Pangdam V Brawijaya melihat pasukan operasi ketupat semeru 2015 di Mapolda Jatim, Kamis (9/7/2015). (obsessionnews.com/Ari Armadianto)

Surabaya, Obsessionnews – Gubernur Jawa Timur Soekarwo berharap agar petugas yang melayani pemudik terutama polisi haruslah dengan ramah. Polisi juga harus humanis melayani pemudik dengan senyuman dan menebar kebaikan.

Permintaan tersebut disampaikannya saat memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2015 di Mapolda Jatim, Kamis (9/7/2015).

Ia mengatakan, sikap humanis tersebut merupakan bentuk pelayanan kepada masyarakat terutama bagi pemudik. Polisi juga harus menampilkan sikap humanis yang diawali dengan senyum, salam dan sapa serta hindari sikap arogansi dan kesewenang-wenangan.

“Dimanapun dan dalam kondisi apapun, beri pelayanan yang ramah bagi masyarakat, terutama bagi yang melaksanakan mudik di jalan,” tuturnya.

Pemprov Jatim, menginstruksikan kepada Dinas Perhubungan, Kesehatan, Satpol PP dan PU Bina Marga untuk membantu kelancaran pada mudik yang berlebaran. Dinas tersebut tidak diperkenankan libur selama lebaran.

Sementara itu, dalam melayani masyarakat agar tidak terjadi penumpukan di jalan Pemprov Jatim menyiapkan sebanyak 681 bis mudik gratis.

Secara umum terdapat kenaikan jumlah pemudik pada tahun ini. Diprediksi pemudik yang menggunakan moda transportasi pribadi mengalami kenaikan sekitar 5,25 persen.

Gubernur-Soekarwo bersama Kapolda dan Pangdam V Brawijaya melihat pasukan operasi ketupat semeru 2015 di Mapolda Jatim

Kapolda Jatim Irjen Pol Anas Yusuf mengatakan, bahwa anggota kepolisian telah disiagakan pada titik-titik simpul kemacetan, kecelakaan dan potensi gangguan kriminalitas di daerah pertokoan, pemukiman, pegadaian, ruko hingga toko emas. Untuk personil yang dilibatkan dalam Operasi Ketupat Semeru 2015 sebanyak 12.116 orang.

Ia menjelaskan, polisi juga menyiagakan khususnya bagi pemudik roda dua. Polisi telah menghimbau bagi pemudik roda dua agar tidak menggunakannya selama mudik lebaran, dikarenakan resikonya cukup tinggi.

“Berdasarkan data yang ada korban kecelakaan terbanyak hingga meninggal di dominasi pemudik yang menggunakan roda dua. Jika masyarakat menghendaki penggunaan roda dua, maka Polisi akan melakukan pengawalan guna menjaga hal-hal yang tidak diinginkan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolda juga menghimbau kepada pemilik rumah yang meninggalkan rumahnya tanpa ada penghuni. Kapolda menghimbau kepada masyarakat yang meninggalkan rumahnya dalam keadaan kosong diimbau untuk memberi tau aparat desa seperti RT/RW hingga polsek setempat.

“Kami akan menyiapkan patroli di wilayah tersebut guna terhindar dari potensi kriminalitas,” pungkasnya.‎ (GA Semeru)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.