Sabtu, 19 Oktober 19

Polisi Didesak Proses Ahok Terkait Penistaan Agama

Polisi Didesak Proses Ahok Terkait Penistaan Agama
* Aksi unjuk rasa umat Islam menuntut polisi memproses Ahok terkait penistaan agama di kawasan Gambir, Jakarta, Pusat, Jumat (14/10/2016). (Foto: Edwin Budiarso/Obsessionnews.com).

Jakarta, Obsessionnews.com – Ucapan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok tentang Al Quran surat Al Maidah 51 beberapa waktu lalu, membuat umat Islam murka. Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat secara resmi mengeluarkan pernyataan, bahwa Ahok menghina Al-Quran dan menghina  ulama yang berkonsekuensi hukum.

Seperti yang telah direncanakan, berbagai organisasi kemasyarakatan (ormas) Islam yang terdiri dari  ribuan orang berunjuk rasa menuntut aparat penegak hukum menangkap Ahok, Jumat (14/10/2016). Aksi demonstrasi ini digelar usai sholat Jumat di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat.

Di atas mobil yang terparkir di depan Masjid Istiqlal, pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Muhammad Rizieq Shihab,  membacakan petisi dari berbagai ormas yang disebut ‘Aksi Bela Islam’.

“Petisi dewan Islam, sehubungan dengan terbitnya sikap keagamaan MUI dan menyatakan Ahok telah menistakan agama Islam dan menghina Alquran dan meledek ulama umat Islam. Maka para habaib, para ulama dan tokoh Islam dan semua tergabung bela Islam mendesak kepolisian, kejaksaan, pengadilan untuk memproses hukum Ahok terkait penistaan agama,” kata Habib Rizieq saat membacakan petisi itu.

Dalam petisi itu, Habib Rizieq juga meminta para penegak hukum untuk cepat memproses hukuman Ahok terkait penodaan agama tanpa intervensi pihak mana pun. Jika dalam waktu satu bulan belum ada respon dari penegak hukum, maka massa yang tergabung dalam ‘Aksi Bela Islam’ itu akan mengambil tindakan sesuai isi petisi dewan Islam tersebut.

“Jika negara dan pemerintah Indonesia melindungi penista agama, maka para habaib dan ulama yang tergabung bela Islam menyerukan, umat Islam akan bertindak secara bersama-sama atau sendiri-sendiri menegakan hukum Islam, yaitu hukuman mati,” katanya.

https://www.youtube.com/watch?v=MchL1Lip2q8

Sebuah potongan video yang diunggah akun Lawan Ahok di Youtube pada Rabu (5/10), menampilkan Ahok yang mengatakan bahwa Al-Qur’an surat Al Maidah ayat 51 sebagai kitab yang membodohi umat Islam. Ahok menyampaikan hal itu di hadapan warga di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu, Selasa (27/9). Hal tersebut meresahkan di kalangan umat Islam.

Ahok telah meminta maaf kepada umat Islam terkait pernyataannya tentang Al-Quran surat Al Maidah 51.

“Saya sampaikan kepada semua umat Islam atau kepada yang merasa tersinggung, saya sampaikan mohon maaf. Tidak ada maksud saya melecehkan agama Islam atau apa,” kata calon gubernur DKI pada Pilkada 2017 ini di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (10/10).

Sehari setelah Ahok minta maaf, MUI mengeluarkan pernyataan sikap yang  diteken oleh Ketua Umum MUI Ma’ruf Amin dan Sekretaris Jenderal Anwar Abbas, Selasa (11/10).

d0658214-2c07-4998-9814-040c2047d5c3-308x480

Berikut isi lengkap Pendapat dan Sikap Keagamaan MUI:

Bismillahirrahmanirrahim

Sehubungan dengan pernyataan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama di Kabupaten Kepulauan Seribu pada hari Selasa, 27 September 2016 yang antara lain menyatakan, “… Jadi jangan percaya sama orang, kan bisa aja dalam hati kecil bapak ibu nggak bisa pilih saya, ya kan. Dibohongin pakai surat al Maidah 51, macem-macem itu. Itu hak bapak ibu, jadi bapak ibu perasaan nggak bisa pilih nih karena saya takut masuk neraka, dibodohin gitu ya..” yang telah meresahkan masyarakat, maka Majelis Ulama Indonesia, setelah melakukan pengkajian, menyampaikan sikap keagamaan sebagai berikut:

  1. Al-Quran surah al-Maidah ayat 51 secara eksplisit berisi larangan menjadikan Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin. Ayat ini menjadi salah satu dalil larangan menjadikan non Muslim sebagai pemimpin.
  2. Ulama wajib menyampaikan isi surah al-Maidah ayat 51 kepada umat Islam bahwa memilih pemimpin muslim adalah wajib.
  3. Setiap orang Islam wajib meyakini kebenaran isi surah al-Maidah ayat 51 sebagai panduan dalam memilih pemimpin.
  4. Menyatakan bahwa kandungan surah al-Maidah ayat 51 yang berisi larangan menjadikan Yahudi dan Nasrani sebagai pemimpin adalah sebuah kebohongan, hukumnya haram dan termasuk penodaan terhadap Al-Quran.
  5. Menyatakan bohong terhadap ulama yang menyampaikan dalil surah al-Maidah ayat 51 tentang larangan menjadikan nonmuslim sebagai pemimpin adalah penghinaan terhadap ulama dan umat Islam.

Berdasarkan hal di atas, maka pernyataan Basuki Tjahaja Purnama dikategorikan : (1) menghina Al-Quran dan atau (2) menghina ulama yang memiliki konsekuensi hukum.

Untuk itu Majelis Ulama Indonesia merekomendasikan :

  1. Pemerintah dan masyarakat wajib menjaga harmoni kehidupan beragama, bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.
  2. Pemerintah wajib mencegah setiap penodaan dan penistaan Al-Quran dan agama Islam dengan tidak melakukan pembiaran atas perbuatan tersebut.
  3. Aparat penegak hukum wajib menindak tegas setiap orang yang melakukan penodaan dan penistaan Al-Quran dan ajaran agama Islam serta penghinaan terhadap ulama dan umat Islam sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  4. Aparat penegak hukum diminta proaktif melakukan penegakan hukum secara tegas, cepat, proporsional, dan profesional dengan memperhatikan rasa keadilan masyarakat, agar masyarakat memiliki kepercayaan terhadap penegakan hukum.
  5. Masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak melakukan aksi main hakim sendiri serta menyerahkan penanganannya kepada aparat penegak hukum, di samping tetap mengawasi aktivitas penistaan agama dan melaporkan kepada yang berwenang.

Selasa, 11 Oktober 2016
MAJELIS ULAMA INDONESIA
Ketua Umum

  1. KH. MA’RUF AMIN
    Sekretaris Jenderal
    DR. H. ANWAR ABBAS, MM, MAg

(@arif_rhakim)

Baca Juga:

Ahok Minta Maaf ‘Trending Topic’ di Google

Ahok Bisa Jadi Tersangka Kasus Hina Al-Quran

MUI Nyatakan Ahok Hina Al-Quran dan Ulama

Ahok Minta Maaf ‘Trending Topic’ di Google

Akhirnya, Ahok pun Minta Maaf!

‘Saya Minta Maaf’ Jadi Trending Topic di Twitter

MUI Minta Polri Tangkap Ahok Karena Lecehkan Agama Islam

Habib Rizieq Ajak Umat Islam Tangkap Ahok

Parmusi Akan Tuntut Ahok tentang Penistaan Agama Islam

Ahok, Surat Al Maidah 51 dan Kemarahan Umat Islam

Pentolan FPI Ingin Tangkap Ahok

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.