Sabtu, 27 November 21

Polisi Datangi Lokasi ‘Gang Rape’ Siswi SD Semarang

Polisi Datangi Lokasi ‘Gang Rape’ Siswi SD Semarang
* Ilustrasi kekerasan seksual.

Semarang, Obsessionnews – Petugas kepolisian kembali melakukan penyelidikan kasus pencabulan terhadap seorang siswi Sekolah Dasar di Penggaron, Kota Semarang. Polrestabes Semarang menerjunkan tim Inafis dan Unit Perlindungan Anak dan Perempuan (PPA) Sat Reskrim ke lokasi terjadinya insiden.

Polisi mendatangi tiga lokasi persetubuhan yakni gubug persawahan di Jalan Sugiono, Kelurahan Pedurungan Lor, RT02/RW05, Kecamatan Pedurungan Kota Semarang. Lokasi kedua yakni di depo pasir di Plamongan Sari Raya, Pedurungan Kidul RT 2 RW 7, Kecamatan Pedurungan. Sedangkan lokasi terakhir adalah yaitu rumah pelaku yang hingga kini masih buron berinisial NM di Jalan Plamongan Sari RT 02 RW 12, Plamongan Sari.

Di lokasi pertama, nampak gubug bekas tindakan cabul tersebut telah dirobohkan. Yang tersisa hanyalah puing-puing bangunan tergeletak di pinggir jalan. Kondisi sawah di sekitar lokasi juga telah tertutup tanah proyek perumahan. Petugas lantas mengambil beberapa foto di bekas gubug.

Menurut pengakuan salah seorang pekerja proyek di dekat gubug, Haryono mengatakan jika lokasi tersebut seringkali digunakan berkumpul remaja-remaja walaupun suasana gelap karena tidak adanya penerangan di malam hari. Haryono mengaku tidak tahu-menahu tentang aktivitas yang mereka lakukan saat berkumpul.

“Ini kata petani di sini memang sering banyak anak nongkrong malam hari. Jadi motor di parkir di pinggir jalan tapi yang punya tidak ada,” kata dia saat ditemui awak media, Kamis (2/6/2016).

Petugas lantas berjalan ke tempat kedua yakni sebuah depo pasir. Hampir sama dengan lokasi awal, suasana di depo pasir ini juga gelap ketika malam tiba dan agak menjorok ke dalam. Di dekat depo terdapat pohon pisang tempat persetubuhan itu dilakukan. Sebelumnya ada sebuah kursi kayu besar diantara pohon tersebut namun saat petugas mendatangi, kursi itu telah hilang.

Terakhir, adalah lokasi rumah pelaku NM. Disana, polisi menyisir sekeliling rumah dan masuk ke dalam kamar NM tempat tindakan hina pelaku dilancarkan. Kamar NM berbentuk persegi empat dan sempit. Di dalamnya terdapat kasur dan sebuah televisi 14 inch serta speaker. Ayah tiri NM, M. Ikhsan mengaku anaknya tersebut hingga sekarang tidak bisa dihubungi.

“Tidak tahu dia di mana sekarang. Sudah tidak bisa berkomunikasi lagi sejak sebelum ada polisi-polisi datang,” tuturnya

Keseharian anaknya bekerja serabutan. Sepengetahuannya, NM mempunyai banyak teman dan sering pulang larut malam. Meski begitu, ia tidak tahu jika putranya pernah membawa masuk teman wanita ke dalam rumah.

“Saya kadang tidur di belakang, kadang di tempat laundry di depan itu (menunjuk ruko laundry di depan rumah). Kalau malam pasti pulang, makanya pintu jarang digembok, dia juga bawa kunci cadangan,” kata dia.

Sedangkan Kanit PPA, AKP Kumarsini menjelaskan jika maksud pengecekan lokasi guna pelengkapan berkas perkara untuk meyakinkan penyidik. Tim sempat kesulitan menemukan lokasi gubug karena posisi telah rata dengan tanah.

“Kami dari Polrestabes Semarang melakukan pengecekan TKP untuk melengkapi berkas Perkara dan meyakinkan penyidik. Kita kesulitan menemukan yang gubug karena sudah diratakan pengembang, makanya kita harus datang ke TKP,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, kasus persetubuhan anak dibawah umur menimpa SR dimana informasi awal menyebut 21 orang terlibat dalam tindakan cabul itu. Namun, hasil penyelidikan menyebutkan jika pelaku berjumlah 8 orang tapi berulang kali mencabuli. 6 orang diantaranya sudah dibekuk, sementara 2 lainnya masih buron. (Yusuf IH, @HanggaraYusuf)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.