Sabtu, 23 Oktober 21

Polisi Buru Tersangka Utama Penyekapan Pengusaha di Depok

Polisi Buru Tersangka Utama Penyekapan Pengusaha di Depok
* Ilustrasi penyekapan. (Foto: serambinews.com)

Depok, obsessionnews.comPenyidik Polres Metro Depok telah menetapkan tersangka baru dalam kasus penyekapan yang menimpa pengusaha Depok bernama Atet Hadiyana Sihombing. Semula dalam kasus ini baru ditetapkan dua tersangka, yaitu M dan I. Saat ini tersangka bertambah menjadi empat orang yaitu J dan Y.

“Mereka ikut ngejagain. Tidak ditahan karena mereka kooperatif datang kemudian juga wajib lapor,” kata Kasat Reskrim Polrestro Depok AKBP Yogen Heroes Baruno, Rabu (13/10/2021).

Dia menjelaskan, saat ini pihaknya masih mengejar tiga pelaku lainnya, termasuk pelaku utama kasus penyekapan ini. Selain itu pihaknya juga masih berusaha memanggil pemilik perusahaan tempat Atet bekerja. Pada panggilan pertama, yang bersangkutan mangkir sehingga dikirimkan panggilan kedua.

“Sudah kita panggil,” tegasnya.

Sementara itu, kuasa hukum Atet Hadiyana Sihombing, Jon Mathias meminta agar aktor utama kasus ini segera diungkap dan diamankan. Pihaknya mengapresiasi kerja cepat Polrestro Depok dalam menangkap para pelaku yang ikut menyekap Atet.

“Kita apresiasi kinerja Polrestro Depok karena telah melakukan penyidikan dan mengembangkan kasus ini. Di sini yang ditangkap baru pesuruhnya saja, aktor intelektualnya belum tersentuh. Jadi kita minta penyidik untuk melangkah pada aktor intelektual,” ujar Jon Mathias.

Dia berharap kasusnya segera terungkap dengan jelas. Dia berharap berkas di penyidik polres segera lengkap agar bisa diserahkan ke Kejaksaan Negeri Depok.

“Polres dengan cepat melakukan penyidikan dan mengembangkan kasus ini. Dan Insya Allah juga sudah mulai dilimpahkan ke kejaksaan, mungkin dalam waktu tidak lama lagi proses P21,” harapnya.

Seperti diketahui, kasus ini bermula ketika Atet dituding menggelapkan uang perusahaan sebanyak Rp73 miliar. Kemudian Atet diminta mengembalikan uang tersebut dengan menyerahkan sejumlah aset yang dimiliki.

Mulanya korban tidak tahu akan disekap selama tiga hari disebuah hotel di Margonda, Depok, karena dia diundang untuk rapat di perusahaan. Tiba-tiba dia dibawa ke dalam ruangan dan diminta untuk menandatangani surat yang menyatakan bahwa dia menggunakan uang perusahaan.

Atet menolak hingga kemudian terjadi penyekapan tersebut. Sejumlah aset pun sudah diberikan Handi pada perusahaan. Ada aset yang disita berupa tanah, rumah, uang tunai, kendaraan roda empat dan dua. Sesuai kesepakatan mereka, kurang lebih nilainya Rp42 miliar.

Hingga saat ini Atet masih mengalami trauma pasca kejadian tersebut. Dia masih belum bisa berkomunikasi dengan banyak orang yang tidak dikenal. Bahkan mendengar suara bel pun dia merasa gemetar. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.