Sabtu, 24 Oktober 20

Polisi Buru Penjambret yang Tewaskan Penumpang Ojol

Polisi Buru Penjambret yang Tewaskan Penumpang Ojol
* Ilustrasi penjambretan. (foto: female.com)

Jakarta, Obsessionnews.com – Belakangan ini kejahatan dengan menggunakan kekerasan atau sering disebut penjambretan kerap terjadi di wilayah hukum Polda Metro Jaya (PMJ). Salah satunya belum lama ini penjambretan yang terjadi kepada seorang penumpang ojek online (ojol) Warsilah (37) yang mencoba mempertahankan ponselnya saat dijambret di Jalan Ahmad Yani, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, Senin (2/7/2018).

Sebelumnya, dua kasus penjambretan juga terjadi di ibu kota. Korbannya adalah pengemudi sepeda. Satu menyebabkan seorang direktur jenderal di kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat kehilangan handphone dan si empunya terluka. Kasusnya terjadi di kawasan KotaTua, Jakarta Barat.

Kejadian kedua dialami Robertus Soutwell Bougie Hartono, warga Tangerang Selatan, di kawasan Bundaran Pondok Indah, Jakarta Selatan. Demi tidak terluka karena ancaman senjata tajam, Bougie merelakan handphone, duit, dan sepeda Cervelo S2 miliknya seharga Rp 30 juta dirampas,

Atas rentetan kejadian penjambretan itu membuat Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Idham Azis turun tangan. Idham  telah membuat tim gabungan dari PMJ dan Polres Metro Jakarta Pusat guna memburu penjambret yang menewaskan Warsilah.”Ya sementara tim sudah turun. Saya sudah bentuk tim gabungan Polda sama Polres,” kata Idham di Jakarta, Kamis (5/7).

Sementara itu Kapolres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Polisi Roma Hutajulu menambahkan, hingga kini masih memburu yang bersangkutan. Ia mengaku belum bisa membeberkan lebih rinci soal terduga pelaku, agar yang bersangkutan tidak kabur dan bisa segera diciduk.”Masih lidik, Kita masih penyelidikan. Doain saja supaya cepet terungkap,” kata Roma.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Sektor Cempaka Putih Komisaris Pol Rosiana mengakui pelaku penjambretan yang menyebabkan korban tewas, telah memahami pola patroli polisi. “Mereka (penjambret) telah membaca sistem pengawasan polisi,” kata Rosiana.

Menurut Rosiana, pelaku kejahatan jalanan telah memahami jam patroli kepolisian. Adapun, patroli kepolisian dilakukan setiap satu jam sekali di sekitar kawasan tersebut. “Jadi, mereka sudah menghafal waktu patroli kami.” ujarnya.

Rosiana mengatakan pada Sabtu malam sebelum kejadian, dirinya masih berjaga di kawasan tersebut sampai pukul 21.30. Namun, pada Minggu paginya terjadi penjambretan tersebut.

Menurut Rosiana, kejadian penjambretan itu tidak dapat diperkirakan lantaran terjadi di jalan yang cukup ramai. “Di sini mereka membaca pergerakan polisi. Sebab, saat itu belum jam patroli polisi,” katanya.

“Mereka sudah membaca pergerakan kami,” tambahnya.

Untuk itu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian memerintahkan jajarannya untuk meningkatkan operasi kejahatan jalanan seperti begal dan penjambretan yang belakangan ini sering terjadi.

Operasi ini ditingkatkan, mengingat semakin dekatnya ajang pesta olahraga yang digelar empat tahun sekali, yakni Asian Games 2018. Dalam Asian Games tahun ini, Indonesia menjadi tuan rumah.

“Saya akan berikan highlight untuk meningkatkan operasi nanti,” kata Tito di Markas Besar Polri, Jakarta Selatan. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.