Selasa, 26 Oktober 21

Polisi Bubarkan JAS Sumbing Lantaran Tak Berizin

Polisi Bubarkan JAS Sumbing Lantaran Tak Berizin
* Kepala Polres Temanggung, AKBP Wahyu Wim Hardjanto.

Semarang, Obsessionnews – Petugas Kepolisian Resor (Polres) Temanggung, Jawa Tengah (Jateng), membubarkan latihan semi militer kelompok Jamaah Anshorut Syariah (JAS) di lereng Gunung Sumbing kemarin, dengan alasan tidak berizin.

Kepala Polres Temanggung, AKBP Wahyu Wim Hardjanto mengatakan, kegiatan ‘Tanggap Bencana’ tersebut tidak memiliki izin, baik ke petugas kepolisian maupun izin ke warga sekitar.

“Kegiatan dilakukan di lahan Perhutani Sikendil Wonotirto. Mereka juga tidak mengajukan izin ke Perum Perhutani,” papar dia, Senin (22/2/2016).

Selain itu, pemilihan tempat yang tidak lazim semakin memperkuat dugaan pelatihan yang tidak sesuai. Walaupun, sepanjang pemeriksaan para anggota JAS selalu mengatakan kegiatan adalah latihan tanggap bencana.

“Lokasinya lumayan jauh. Sekitar 3-4 jam mendaki. Apalagi kesannya mereka tertutup,” jelasnya.

Jamaah Anshorut Syariah

Petugas pun terpaksa membubarkan mereka setelah sebelumnya diperiksa terlebih dahulu. Rencananya, kegiatan tersebut akan berlangsung selama 3 hari yakni 19-21 Februari.

Selain itu, pembubaran dilakukan karena warga merasa terganggu dengan latihan JAS. Hal ini bisa dimaklumi mengingat mereka menggunakan atribut militer sepeti sepatu PDL, Celana Hitam PDL, kaos rompi JAS dan tas punggung.

Lebih lanjut, Wahyu mengatakan akan tetap memberikan pengawasan terhadap mereka meskipun hasil pemeriksaan menetapkan kelompok JAS tidak melakukan hal diluar kewajaran.

“Kami akan tetap memantau mereka sebagai upaya preventif,” tandasnya. (Yusuf IH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.