Kamis, 9 Desember 21

Polisi Bekasi Peras Pengendara Motor, Mobil, dan Truk

Polisi Bekasi Peras Pengendara Motor, Mobil, dan Truk
* Pos di Bulak Kapal, Kota Bekasi, Jawa Barat, tempat oknum polisi melakukan pemerasan.

Bekasi, Obsessionnews.com – Oknum-oknum polisi dari Polres Bekasi Kota dan petugas Dinas Lalu Lintas Angkutan Jalan Raya (DLLAJR) Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi, Jawa Barat, bekerja sama memeras para pengendara motor, mobil, dan truk. Pemerasan dilakukan di sebuah pos di depan Taman Makam Pahlawan Bekasi, Jl. Juanda, Bulak Kapal, Bekasi Timur, Kota Bekasi. Pos ini terkenal dengan sebutan pos pemerasan, pos pemalakan, pos pungli, dan sebutan-sebutan negatif lainnya.

Pantauan obsessionnews.com Sabtu (4/4) pagi polisi menilang pengendara motor yang tidak berhelm, lalu menggiring mereka ke pos. Di dalam pos polisi menawarkan kepada pengendara motor apakah mau ditilang atau berdamai? Para pengendara motor memilih berdawar. Tawar-menawar pun terjadi. Polisi dan petugas DLLAJR meminta uang Rp 500 ribu hingga Rp 1 juta agar pengendara motor tidak ditilang. Biasanya pengendara motor menawar Rp 100 ribu hingga Rp 300 ribu. Setelah disepakati uang damai, pengendara motor diperbolehkan meninggalkan pos. Tiap hari sedikitnya 150 motor yang ditilang, dan semuanya diselesaikan dengan uang damai.

Selain itu polisi dan petugas DLLAJR juga rajin menilang angkot, mobil, bus, dan truk. Ada-ada saja kesalahan yang mereka cari, yakni pura-pura mengecek SIM dan STNK. Jika ditemukan SIM sudah kadulawarsa, hal ini merupakan kesempatan polisi dan petugas Dishub melakukan pemerasan. Dengan gayanya yang khas polisi dan petugas DLLAJR menakut-nakuti sopir-sopir itu, bahwa mereka melanggar hukum dan bisa dipidana. Agar tidak diproses secara hukum mereka ditawari untuk memberikan sejumlah uang kepada polisi dan petugas DLLAJR. Dalam sehari rata-rata 50 angkot, mobil, bus, dan truk yang menjadi korban pemerasan oleh polisi dan petugas DLLAJR.

Praktik pemerasan ini sudah lama terjadi dan tampaknya dibiarkan saja oleh Kapolres Bekasi Kota dan Kepala Dishub Kota Bekasi. Diduga polisi dan petugas DLLAJR menyetor sebagian hasil pemerasannya tersebut kepada atasannya. (ARH)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.