Senin, 8 Maret 21

Polda Metro Tetapkan 15 Orang Sebagai Tersangka Pelaku Mafia Tanah

Polda Metro Tetapkan 15 Orang Sebagai Tersangka Pelaku Mafia Tanah
* Polda Metro Jaya Berhasil Mengungkao Para Sindikat Mafia Tanah. (Foto: Ng)

Jakarta, Obsessionnews – Polda Metro Jaya berhasil mengungkap 3 kasus mafia tanah yang korbanya adalah keluarga Dino Patti Djalal. Dari 3 laporan polisi, Kapolda Metro Irjen Fadil Imran mengatakan pihaknya telah mengamankan dan menetapkan 15 tersangka.

“Dari pengungkapan tiga laporan polisi ini ada 15 tersangka yang ditangkap. Dimana masing-masing LP ada 5 tersangka. Sehingga dari 3 LP ini totalnya adalah 15 tersangka,” kata Fadil di Mapolda Metro Jaya, Jumat (19/2/2021).

Fadil mengatakan, dalam aksinya sindikat mafia tanah ini membagi peran masing-masing. Mulai dari aktor intelektual hingga yang berperan sebagai pejabat pembuat akta tanah gadungan serta figur yang berpura-pura menjadi pemilik sertifikat tanah.

“Kelompok mafia tanah ini berbagi peran, ada yang bertindak selaku aktor intelektual, ada yang bertindak menyiapkan saran dan prasarana, ada yang bertindak selaku figur dalam pengertian yang mengaku sebagai pemilik atas tanah dan bangunan, serta lainnya,” ujar Fadil.

“Selain itu ada juga yang berperan sebagai staff PPAT atau Pejabat Pembuat Akta Tanah dan ada yang bertindak sebagai figur pemilik sertifikat tanah,” katanya.

Kemudian aparat Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap Fredy Kusnadi terkait kasus penipuan tanah milik keluarga Wakil Menteri Luar Negeri, Dino Patti Djalal. Fredy ditangkap di kediamannya di Kemayoran pada hari ini Jumat (19/2/2021).

“Tadi pagi kami amankan saudara FK di Kemayoran, Jakarta Pusat, terkait kasus mafia tanah ini. Kami amankan setelah penyidik mendapatkan dua alat bukti yang cukup,” kata Fadil.

Fredy Kusnadi sebelumnya sempat disebut-sebut oleh Dino Patti Djalal di media sosialnya sebagai salah satu orang yang terlibat atas penipuan tanah miliknya. Atas postingan tersebut, Fredy Kusnadi sempat melaporkan Dino Patti Djalal atas dugaan pencemaran nama baik.

Sementara, Staf Khusus Menteri ATR/Kepala BPN Bidang Penanganan Sengketa dan Konflik dan Ketua Satgas Anti Mafia Tanah Pusat, Hary Sudwijanto mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada tim satgas mafia tanah Polda Metro Jaya dengan waktu tidak lama bisa mengungkap kasus mafia tanah dan menemukan barang bukti yang cukup dan sudah menahan 15 orang ditetapkan sebagai tersangka.

Direktur Jenderal Penanganan Sengketa dan Konflik Pertanahan Raden Bagus Agus Widjayanto mengatakan Kementerian ATR/BPN terus memperbaiki dan meningkatkan kualitas pelayanan salah satunya sudah menyiapkan digitalisasi layanan sertifikasi.
“Nanti kedepan dengan digitalisasi maka produk itu tidak mudah dipalsukan dan tidak bisa diambil”, ungkap Agus.

Agus juga menghimbau masyarakat agar tidak sembarangan menyerahkan sertifikat kepada orang lain, baik itu calon pembeli dan juga memilih notaris yang benar.

Demikian juga calon pembeli, lanjut Agus, agar mengecek dahulu sertifikatnya apakah bermasalah atau tidak. “Oleh karena itu agar dilakukan pengecekan di kantor BPN disitu akan terlihat apakah sertifikat itu produk BPn atau tidak”, ujar Agus.

Para tersangka dijerat pasal 266 KUHP pemalsuan akta otentik, Pasal 372 KUHP tentang penggelapan dan Pasal 378 KUHP tentang penipuan. Dimana ancaman hukumannya diatas 5 tahun penjara. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.