Rabu, 5 Agustus 20

Polda Metro Jaya Tetapkan 2 Tersangka Kasus Pemalsuan Akta Tanah di Kampung Baru

Polda Metro Jaya Tetapkan 2 Tersangka Kasus Pemalsuan Akta Tanah di Kampung Baru
* Gedung Promoter Polda Metro Jaya. (Foto: Polda Metro)

Jakarta, Obsessionnews.comPolda Metro Jaya telah menetapkan dua tersangka, yakni Benny Simon Tabalajun dan rekannya Achmad Djufri atas dugaan kasus tindak pidana pemalsuan atau menyuruh menempatkan keterangan palsu ke dalam akta autentik tanah dan yang dilaporkan oleh Abdul Halim per 10 Oktober 2018.

“Kami sudah menyelesaikan kasusnya. Itu laporan tahun 2018. Dengan laporan polisi nomor: LP/5471/X/2018/PMJ/Ditreskrim, tanggal 10 Oktober 2018. Sudah selesai. Dan terlapor juga sudah dijadikan tersangka,” kata Kasubdit Harda Dit Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP M Gofur kepada wartawan Kamis (21/5/2020).

Gofur mengatakan, Penyidik akan memanggil kembali dua orang tersangka tersebut guna diperiksa lebih lanjut. Jika mangkir atas pemanggilan, polisi akan melakukan penjemputan paksa.

Selain itu, kepolisian juga akan meminta interpol menerbitkan red notice ke seorang tersangka atas nama Benny Simon Tabalajun karena yang bersangkutan tercatat berada di Australia.

“Tersangka Benny Simon Tabalajun yang saat ini menetap di Australia telah dipanggil secara patut namun tidak hadir. Hal ini akan dilanjutkan dengan pemanggilan ke 2 dan atau mungkin jika masih mangkir akan dilakukan penjemputan dan dibuatkan Red Notice dengan Interpol,” katanya.

Sementara itu, Abdul Halim mengaku yakin, kepolisian bisa membawa kasus ini ke meja hijau. Terlebih, kepolisian telah menetapkan beberapa tersangka. Dia meyakini kalau polisi sangat profesional menangani kasus seperti ini sesuai dengan moto Promoter dan akan memberantas mafia mafia tanah.

“Yang pastinya saya yakin polisi tidak takut jika ada beking atau orang kuat yang ada di belakangnya untuk melakukan intervensi kepihak kepolisian. Apalagi sudah ada tersangkanya. Tinggal tunggu sidang aja nantinya,” ungkap Halim.

Dugaan kasus tindak pidana pemalsuan akta tanah ini bermula dari persoalan sengketa tanah antara Abdul Halim dengan Benny Simon Tabalajun seluas 52.649 meter persegi di Kampung Baru RT09/08, Kelurahan Cakung Barat, Kecamatan Cakung Kota, Jakarta Timur.

Saat itu dirinya hendak melakukan proses penerbitan sertifikat tanah di kantor Dinas Pertahanan Jakarta Timur. Namun Abdul Halim kaget bukan kepalang setelah mendengar pernyataan pihak dinas pertahanan yang menyatakan bahwa telah terbit 38 SHGB atas nama PT Salve Veritate yang merupakan perusahaan dari Benny Simon Tabalajun.

Setelah ditelusuri, penerbitan SHGB itu tidak sesuai ketentuan dan proses yang berlaku. Hasil penelusuran Abdul Halim, upaya pemalsuan tanah Benny Simon Tabalajun dibantu oleh Achmad Djufri.

Abdul Halim yang tidak terima, lantas melayangkan laporan dugaan tindak pidana pemalsuan akta tanah ke Polda Metro. (Poy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.