Minggu, 2 Oktober 22

Polda Metro Jaya Ringkus Pelaku Penipuan Modus Rekrutmen Karyawan Bank Fiktif

Polda Metro Jaya Ringkus Pelaku Penipuan Modus Rekrutmen Karyawan Bank Fiktif
* Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus bersama jajaran gelar konferensi pers di Polda Metro Jaya. (Foto: Hms PMJ)

Jakarta, Obsessionnews – Ditserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya menangkap seorang pria berinisial MTN, pelaku penipuan dengan modus rekrutmen karyawan Bank BNI dan BUMN lainnya. Dalam aksi, tersangka berhasil meraup dana dari para korban hingga Rp40 juta dari domisilinya di desa terpencil Sulawesi Selatan.

“Sabtu lalu, 20 Maret 2021, kita tangkap yang bersangkutan dan sekarang sudah menjadi tersangka,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus dalam konferensi pers di Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (25/3/2021).

Menurut Kombes Yusri, penangkapan ini berdasarkan laporan Bank BNI ke Polda Metro Jaya.

Dari penyelidikan, MTN membuat situs yang mirip dengan laman rekrutmen BNI dengan tujuan mencari korban. Jika korban sudah daftar, pelaku meminta uang ke korban melalui komunikasi email seolah benar-benar dari Bank BNI.

“Jadi, para korban diharuskan membayar biaya transportasi sebesar Rp1,7 juta per orang. Pelaku mengaku sudah beraksi sejak tahun 2020 dan berhasil meraup keuntungan hingga Rp40 juta,” ujarnya.

Yusri mengatakan motif pelaku semata ekonomi. “Pelaku bukan ahli IT, melainkan hanya otodidak. Setelah kita dalami bukan cuma BNI saja. Ada juga rekrutmen Pertamina, Angkasa Pura dan beberapa perusahaan BUMN yang lain,” kata Kabid Humas PMJ.

Sedangkan Corporate Secretary Bank BNI Mucharom mengapresiasi kinerja Polda Metro Jaya yang berhasil menangkap pelaku penipuan dengan membawa nama BNI. Mucharom sendiri menegaskan jika BNI tidak pernah memungut biaya apapun dalam hal rekrutmen karyawan BNI. “Kami menegaskan bahwa BNI tidak pernah memungut biaya apapun dari pelamar atau menunjuk agen perjalanan manapun dalam proses seleksi pegawai. Pelamar yang sedang menjalani proses seleksi dan lolos ke tahap berikutnya akan tetap dihubungi serta diundang secara resmi oleh BNI melalui email resmi rekrutmen BNI,” tandas Mucharom.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 35 Junto Pasal 51 ayat (1) UU RI nomor 19/2016 tentang ITE. Tersangka terancam hukuman hingga 12 tahun penjara. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.