Minggu, 28 November 21

Polda Jateng Sita Ribuan Barang Bukti Miras Sampai Narkoba

Polda Jateng Sita Ribuan Barang Bukti Miras Sampai Narkoba

Semarang, Obsessionnews – Kepolisian Daerah Jawa Tengah menggelar hasil Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat) pada 31 Mei hingga 13 Juni 2016 lalu. Operasi Pekat menyasar tujuh jenis tindakan kriminal yaitu miras, judi, narkotika, prostitusi, premanisme dan petasan.

Setidaknya 1735 operasi minuman keras berhasil digencarkan dengan hasil penetapan tersangka sebanyak 2139 orang.

“Sedangkan yang berhasil kami sita 38706 botol miras dan 23820 liter miras,” kata Kepala Bidang Humas Polda Jateng, Komisaris Besar Aloysius Liliek Darmanto, Senin (13/6/2016).

Selain itu, Polda Jateng juga berhasil merazia 163 praktik perjudian dengan 367 tersangka. Barang bukti yang disita antara lain 84 dadu, 53 kartu remi, 252 kupon togel, dan 27 kartu domino. Sedangkan operasi prostitusi berhasil menjerat 1110 orang dalam 286 oepasi.

“KTP yang berhasil kami sita 185 jenis,” ujar Liliek menegaskan.

Selanjutnya, Polda Jateng juga menggelar 50 operasi narkoba dengan hasil tangkapan 62 tersangka. Barang bukti yang berhasil diamankan yakni sabu 31,472 gram, ganja 7,84 gram, pil koplo 486 butir, uang Rp 1,6 juta, handphone 3 unit, dan bong 12 buah.

Operasi Premanisme, lanjut Liliek, Polda Jateng menjalankan 892 operasi dengan jumlah tersangka 1929 orang. Barang bukti yang disita yakni 18 senjata tajam, 21 unit sepeda motor, 2 unit mobil, 15 gram perhiasan, uang Rp 2,6 juta, dan alat musik 237 unit.

Sementara dari operasi pornografi, Polda Jateng menggelar 32 operasi dengan jumlah tersangka 42 orang. Barang bukti yang disita 192 keping VCD, 14 keping DVD, dan 2 unit handphone. Dan terakhir operasi petasan, Polda Jateng melakukan 416 operasi dan menjerat 575 tersangka. Sebagai barang bukti, disita 12, 1 juta petasan dan 1832 kilogram bahan peledak.

Pihaknya berharap, melalui berbagai operasi diatas dapat menciptakan rasa aman dan kondusif bagi masyarakat Jateng jelas Hari Raya Idul Fitri.

“Khususnya di Semarang dan Surakarta menjadi lebih aman. Sehingga masyarakat tidak was-was,” tandasnya. (ihy)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.