Kamis, 5 Agustus 21

PM Netanyahu Ancam Gulingkan Kabinet Baru Israel

PM Netanyahu Ancam Gulingkan Kabinet Baru Israel
* Benjamin Netanyahu. (Foto: ParsToday)

Menjelang lengser, Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu berjanji untuk memimpin Partai Likud kembali berkuasa.

Hal itu diungkapkan Netanyahu dalam pertemuan di parlemen rezim Zionis (Knesset), yang diperkirakan akan memberikan mosi percaya kepada kabinet baru pimpinan Naftali Bennett, Minggu (13/6/2021) malam.

Dalam pidatonya di parlemen, Netanyahu menjelaskan bahwa ia tidak punya rencana untuk melepaskan kepemimpinan Partai Likud.

“Jika ditakdirkan bagi kami untuk menjadi oposisi, kami akan melakukannya sampai kami menggulingkan pemerintah yang berbahaya ini dan kembali ke tampuk kekuasaan,” tegas Netanyahu seperti dilaporkan televisi Aljazeera.

Dia menambahkan, kami memperoleh jumlah suara yang bagus dalam pemilu, tetapi Naftali Bennett melakukan penipuan terbesar, publik tidak akan melupakannya.

Pemimpin partai sayap kanan (Yamina), Naftali Bennett mencapai kesepakatan dengan Yair Lapid, ketua Partai Yesh Atid, untuk membentuk kabinet baru. Menurut kesepakatan ini, Bennett akan berkuasa hingga September 2023, setelah itu Lapid akan menjadi perdana menteri rezim Zionis selama dua tahun.

Knesset menggelar sidang pada hari Minggu untuk memberikan mosi percaya pada kabinet koalisi tersebut.

Netanyahu lebih lanjut mengklaim bahwa Israel telah mencapai prestasi yang luar biasa selama kepemimpinannya, termasuk dalam penanganan virus Corona dan bergerak menuju ekonomi bebas.

Dia juga kembali mengulangi klaim-klaim usang dan ancaman terhadap Iran. “Kami melawan Iran dengan keras untuk mencegahnya memperoleh senjata nuklir,” kata Netanyahu.

Namun, Iran berulang kali menekankan bahwa program nuklirnya untuk kepentingan damai. Badan Energi Atom Internasional (IAEA) juga mengakui hal ini dalam berbagai laporannya.

Sebelum Lengser, Netanyahu akan Rusak Hubungan Israel-AS
PM rezim Zionis Israel baru-baru ini mengeluarkan pernyataan miring terkait Amerika Serikat. Menurut media Zionis hal itu dilakukan dalam rangka merusak hubungan Washington-Tel Aviv untuk kepentingan pribadi.

Dikutip Fars News, Minggu (13/6/2021), salah seorang diplomat senior Israel kepada media mengatakan, serangan Benjamin Netanyahu terhadap AS dalam pidatonya di Knesset menunjukkan bahwa ia bertekad merusak hubungan AS-Israel demi kepentingan pribadi, dan ia berusaha meninggalkan warisan yang buruk bagi pemerintahan baru Zionis.

Menurut sejumlah media Israel, pesan terakhir Netanyahu adalah, ia begitu mendambakan untuk bersikap lancang terhadap AS.

Dalam pidatonya di Knesset, Netanyahu mengatakan, “PM Israel harus bisa berkata ‘tidak’ kepada Presiden AS. Saya melakukannya pada tahun 2015. Siapa sekarang yang akan melakukan hal yang sama ? Lapid yang menyerang pidato saya di Kongres ? mereka tidak bisa melawan AS.”

Ia menambahkan, “Kepada Menteri Pertahanan AS saya katakan, bahkan jika terpaksa harus memilih antara bersitegang dengan AS atau menghapus ancaman Iran, maka saya akan memilih yang kedua.”

Benjamin Netanyahu menyebut pemerintahan baru Zionis lemah dan tidak mampu melawan keputusan AS terkait Iran dan kesepakatan nuklirnya. (ParsToday/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.