Kamis, 24 Juni 21

PM Israel Iblis, Terus Serang Pemukiman Warga Gaza

PM Israel Iblis, Terus Serang Pemukiman Warga Gaza
* Banyak rumah hancur di Gaza akibat gempuran Israel. (Foto: RTR/BBC)

Bagaikan iblis, Perdana Menteri (PM) Israel Benyamin Netanyahu menyatakan gempuran terparah Israel atas Gaza belum selesai dan terus berlanjut. Warga Palestina pun terjebak pengeboman di mana-mana. Serangan ribuan tentara Israel ke pemukiman warga sipil itu timbulkan banyak korban anak-anak dan perempuan.

Biadab memang, PM Netanyahu memperingatkan serangan terbesar terhadap Hamas yang telah dilakukan belum selesai dan akan berlanjut.

Sementara sayap bersenjata kelompok Palestina, Hamas, terpaksa melawan dengan terus menggencarkan serangan roket ke wilayah Israel.

“Mereka menyerang ibu kota kami, meluncurkan roket ke kota-kota kami. Mereka akan membayar ganjaran dan kami akan terus melanjutkan,” kilah Netanyahu menyusul rapat keamanan di markas militer di Tel Aviv. “Ini belum selesai,” celetuk PM Israel dengan pongah.

Juru bicara tentara Israel mengatakan 7.000 tentara cadangan telah dipanggil untuk bersiap.

Di Gaza, setidaknya 119 orang—termasuk 31 anak-anak—dilaporkan tewas akibat serangan udara Israel sejak serangan terjadi pada Senin (10/05) lalu. Sementara di Israel, delapan orang meninggal sejauh ini.

Wartawan BBC di Gaza mengatakan wilayah itu mengalami masa paling sulit sejak perang pada 2014.

Protes pro-Palestina di berbagai kota dunia
Sementara di berbagai kota dunia, para pengunjuk rasa membawa bendera Palestina dalam protes pro-Palestina di banyak kota dunia, termasuk Bangladesh, Yordania, Kosovo dan Turki.

Namun di Eropa, protes diwarnai slogan anti-Semistisme.

Rencana protes pro-Palestina di Paris dilarang karena dikhawatirkan akan menimbulkan bentrokan.

Di Jerman, juru bicara kanselir Angela Merkel memperingatkan Jumat (14/05) bahwa demonstrasi anti-Yahudi tak akan dibiarkan setelah pengunjuk rasa membakar bendera Israel.

Sementara itu di Amerika Serikat, satu-satunya anggota Kongres AS keturunan Palestina Rashida Tlaib sambil menahan tangis mengkritik dukungan “tak bersyarat” Amerika bagi Israel dalam pidato emosional. Rashida mengatakan dukungan seperti itu “menyebabkan dihapuskannya kehidupan rakyat Palestina.”

Penasehat senior si “raja iblis” Netanyahu mengatakan kepada BBC, seruan internasional untuk menahan diri tak tepat.

Mark Regev mengatakan Hamas yang memulai konflik dan Israel harus memberikan mereka ganjaran.

“Tak ada penyelesaian cepat dan bila dimulai gencatan senajta awal, akan mulai dari titik awal lag dalam sebulan mulai sekarang. Hamas menembak roket ke Israel dan kami membalas. Jawaban itu bukan solusi dan hanya akan memperpanjang masalah,” kata Regev. (Red)

Sumber: BBC News

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.