Rabu, 25 November 20

PM Inggris Minta Warga Kerja dari Rumah!

PM Inggris Minta Warga Kerja dari Rumah!
* Boris Johnson

Akibat penyebaran wabah virus Corona (Covid-19) yang menyerang negara-negara di Eropa, Perdana Menteri (PM) Inggris, Boris Johnson meminta warga Inggris untuk menjauhi kantor, bioskop, dan pub agar tidak tertular Covid-19.

Warga Inggris diminta menghindari perjalanan “tidak penting” dan kontak dengan orang lain untuk mencegah penularan virus corona yang telah menewaskan 55 orang di Inggris.

Seperti dilansir BBC, Selasa (17/3), PM Inggris Boris Johnson meminta warga Inggris untuk bekerja dari rumah jika memungkinkan, sebagai bagian dari serangkaian tindakan baru yang ketat untuk mengendalikan Covid-19 di negara tersebut.

Perempuan hamil, orang berusia di atas 70 tahun, dan mereka yang memiliki kondisi kesehatan tertentu harus mempertimbangkan saran yang disebutnya “sangat penting”.

Orang-orang dalam kelompok berisiko akan diminta untuk tinggal di rumah selama 12 minggu dalam beberapa waktu mendatang.

Lebih dari 1.500 orang dinyatakan positif mengidap virus corona di Inggris – tetapi jumlah sebenarnya diperkirakan antara 35.000 dan 50.000 orang.

Langkah-langkah pemerintah Inggris baru yang baru diumumkan adalah:
 Setiap orang harus menghindari pertemuan dan tempat-tempat ramai, seperti pub, klub dan bioskop;
 Setiap orang harus bekerja dari rumah, jika mereka bisa melakukannya;
 Semua kunjungan “yang tidak perlu” ke teman dan kerabat di panti jompo harus dihentikan;
 Masyarakat diminta hanya menghubungi layanan kesehatan Inggris (NHS) “saat dirasa benar-benar perlu” – dan dapat mengurangi beban petugas kesehatan dengan melihat saran di situs web NHS, jika memungkinkan;
 Pada akhir pekan depan, mereka yang memiliki kondisi kesehatan serius tidak boleh “melakukan kontak sosial selama sekitar 12 minggu”;
 Inggris sekarang berada “tiga minggu” di belakang Italia – negara yang paling terpukul akibat virus corona di Eropa;
 Jika satu orang di rumah tangga mana pun menderita batuk atau demam yang berkepanjangan, setiap orang yang tinggal di rumah itu, diminta tidak meninggalkan rumah selama 14 hari;
 Orang-orang itu harus, jika mungkin, tetap berada di rumah “bahkan untuk membeli makanan atau kebutuhan pokok” – tetapi mereka dapat meninggalkan rumah “untuk berolahraga dan, dalam hal itu, pada jarak yang aman dari orang lain”;
 Sekolah tidak akan ditutup untuk saat ini.

Kepala penasihat medis Prof Chris Whitty mengatakan kelompok orang yang harus melakukan “meminimalkan kontak sosial mereka” adalah:
 Orang yang berusia di atas 70 tahun;
 Orang dewasa lain yang biasanya disarankan untuk memiliki vaksin flu (seperti yang menderita penyakit kronis);
 Perempuan hamil.

PM Boris Johnson mengatakan “tindakan drastis” diperlukan karena Inggris sedang mendekati “pertumbuhan cepat kurva arah atas”, terkait dengan jumlah kasus.

Ia pun meminta warga London memberikan perhatian khusus pada saran tersebut karena virus ini menyebar lebih cepat di ibukota, dibandingkan di tempat lain.

Menteri Kesehatan Inggris Matt Hancock mengatakan kepada House of Commons bahwa jumlah orang yang meninggal akibat virus di Inggris telah meningkat menjadi 53 – dan “penyakitnya sekarang ‘bekerja semakin cepat'”.

Dengan kematian pertama di Wales dan Skotlandia, jumlah total kematian di Inggris menjadi 55 orang.

Sebelumnya, Wakil Menteri Kesehatan Inggris, Nadine Dorries, mengaku dirinya teruji positif terjangkit virus corona baru. “Saya bisa mengonfirmasi saya telah dites positif virus corona,” kata perempuan yang menangani bidang kesehatan mental, perawatan ibu, dan pencegahan bunuh diri itu.

Belum diketahui siapa orang yang menularkan virus tersebut ke Dorries. “Kesehatan Publik Inggris telah mulai pelacakan kontak secara rinci, dan departemen tersebut dan kantor saya mengikuti arahan mereka,” paparnya.

Dorries, yang juga menjabat sebagai anggota parlemen Inggris dari Partai Konservatif, mengatakan dirinya telah mengambil semua langkah anjuran setelah mengetahui fakta tersebut dan sejak saat itu mengisolasi diri di rumah.

Menteri Kesehatan Inggris, Matt Hancock, merilis cuitan yang menyebut Dorries telah “melakukan hal benar” dengan mengisolasi diri di rumah. Hancock berharap “dia [Dorries] dalam keadaan baik selagi dalam tahap pemulihan”.

“Saya paham mengapa masyarakat khawatir terhadap penyakit ini. Kami akan segala yang kami bisa untuk memastikan masyarakat aman berdasarkan sains terbaik.”

Sepekan terakhir, Dorries diketahui menghadiri acara resepsi bersama Perdana Menteri Boris Johnson dan berkontak dengan ratusan orang di parlemen Inggris.

Peristiwa ini terjadi ketika orang keenam di Inggris meninggal dunia akibat virus corona. Secara keseluruhan, terdapat 382 kasus positif corona di negara itu. Dari jumlah itu, sebanyak 91 kasus di antaranya ada di London.

Dorries bukan satu-satunya wakil menteri kesehatan di dunia yang terjangkit virus corona.

Pada akhir Februari lalu, Wakil Menteri Kesehatan Iran, Iraj Harirchi, mengaku positif terinfeksi virus corona.

Tes positif Harirchi untuk Covid-19 diumumkan sehari setelah dia ikut serta dalam konferensi pers, di mana dia sesekali batuk dan tampak berkeringat. (BBC News Indonesia)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.