Sabtu, 28 Mei 22

PM India: Awas, Bitcoin Bikin Generasi Muda Manja!

PM India: Awas, Bitcoin Bikin Generasi Muda Manja!
* PM Narendra Modi. (AFP/CNN)

Perdana Menteri I(PM) ndia Narendra Modi memperingatkan investasi mata uang kripto seperti bitcoin dapat membuat generasi muda menjadi manja, Kamis (18/11/2021). Dalam sebuah forum online keamanan siber, Modi menggambarkan uang kripto yang kini sangat populer di India patut diawasi secara ketat.

“Lihat saja mata uang kripto atau bitcoin sebagai contoh. Penting bagi semua negara demokratis untuk bekerja sama akan isu ini (uang virtual) dan memastikan itu tidak jatuh ke tangan yang salah, yang dapat memanjakan remaja kita,” kata Modi dalam forum virtual yang diselenggarakan oleh Australian Strategic Policy Institute seperti dikutip AFP.

Para pengkritik mata uang kripto menuduh alat investasi ini kerap melangsungkan transaksi anonim tanpa regulasi yang jelas. Hal itu membuat mata uang virtual menjadi alat transaksi ideal bagi aktivitas kriminal seperti para penyelundup narkoba hingga pencucian uang.

Beberapa negara dunia tengah membuat undang-undang pengawasan mata uang kripto ini. Sebelumnya, India sempat melarang transaksi kripto di 2018, tetapi larangan itu dicabut dua tahun kemudian.

Kini, lebih dari 100 juta warga India yang menggunakan mata uang virtual ini, menurut portal investasi BrokerChooser.

Kepala Reserve Bank of India, Shaktikanta Das, mengatakan mata uang kripto merupakan ancaman serius bagi sistem keuangan jika tidak diatur dengan benar.

Walaupun demikian, bank sentral ini juga tengah mempertimbangkan pembuatan uang kripto mereka.

Modi sebelumnya mengatakan India merupakan negara pusat teknologi global. Modi memiliki rancangan “Digital India” yang bertujuan untuk memodernisasi dan memanfaatkan teknologi di seluruh wilayah negara itu.

Tak hanya itu, Modi mengatakan teknologi baru seperti komputasi kuantum menawarkan peluang besar.

Dia juga mengatakan “penting bagi negara demokrasi bekerja sama” untuk “berinvestasi bersama dalam kegiatan riset pengembangan teknologi di masa depan.

Sementara itu, di sisi lain para pengkritik Modi menilai Modi menggunakan teknologi untuk membungkam lawan.

“Sejak berkuasa pada 2014, pemerintah Modi telah menggunakan teknologi untuk membatasi hak di dalam negeri sebagai bentuk penindasan terhadap kebebasan berekspresi, berserikat, dan berkumpul secara damai,” kata Direktur Human Rights Watch Australia Elaine Pearson. seperti dilansir CNN News.

Identitas Asli Penemu Bitcoin Satoshi Nakamoto Terungkap
Pengadilan Florida, Amerika Serikat, akan mengungkap identitas penemu Bitcoin yang selama ini menggunakan nama samaran Satoshi Nakamoto.

Pengadilan bakal membeberkan identitas Satoshi karena mereka tengah menangani gugatan satu kasus kripto senilai sekitar US$6,4 miliar atau setara Rp91,2 triliun.

Gugatan itu diajukan anggota keluarga seorang ilmuwan komputer yang sudah meninggal, David Kleiman. Mereka mengklaim bahwa Kleiman bersama progammer Australia, Craig Wright, lah yang menggunakan Nakamoto sebagai nama samaran saat membuat Bitcoin.

Mereka menuding programmer berusia 51 tahun itu, mengendalikan aset Bitcoin yang merupakan bagian Kleiman, juga cache sekitar satu juta Bitcoin.

Ahli waris Kleiman menyatakan bahwa Kleiman dan Wright adalah Nakamoto. Dengan demikian, seharusnya setengah aset Bitcoin menjadi milik keluarga Kleiman.

Nakamoto sendiri kini menduduki urutan ke-15 sebagai orang terkaya di dunia. Kekayaan dia diperkirakan mencapai US$73 juta, dengan kepemilikan kripto 750 ribu dan 1,1 juta Bitcoin.

“Kami percaya bukti akan menunjukkan ada kerja sama yang membuat dan menambang lebih dari satu juta Bitcoin,” kata pengacara keluarga Kleiman kepada The Wall Street Journal, yang dikutip The Independent.

Keluarga mengklaim Wright merekrut Kleiman untuk membantu menulis white paper terkait visi mata uang digital dan meluncurkan perusahaan itu.

Sebagaimana dilansir kantor berita Anadolu, pengacara Wright, Andres Rivero, membantah klaim itu. Menurutnya, Nakamoto hanya satu orang, yaitu Wright sendiri.

“Pengadilan tak akan menemukan apapun yang mengindikasikan atau mencatat bahwa mereka bekerja sama,” katanya.

Sebelumnya, pada 2016, Wright secara terbuka menyatakan dirinya pencipta Bitcoin. Tiga hari kemudian, dia menghapus white paper terkait kriptografi dan Bitcoin dari situsnya sendiri, mencabut klaim, dan menyampaikan permintaan maaf.

Pada Mei lalu, Wright kembali menarik perhatian ketika mengajukan gugatan ke pengadilan untuk mengamankan US$7,25 miliar mata uang kripto yang diduga miliknya.

Dia mengklaim kehilangan kunci enkripsi saat jaringan komputer rumahnya diretas pada Februari 2020. Tak hanya itu, ia juga menuntut 16 pengembang mata uang kripto agar mengizinkannya mengambil sekitar 111 ribu bitcoin. (CNN/Red)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.