Minggu, 25 Oktober 20

PLTS Beroperasi, Warga Seraya Maranu Hemat Lebih dari Rp 200 Ribu

PLTS Beroperasi, Warga Seraya Maranu Hemat Lebih dari Rp 200 Ribu
* Pembangkit listrik tenaga surya (PLTS). (Foto: Kementerian ESDM)

Jakarta, Obsessionnews.com – Desa Seraya Maranu yang terletak di Pulau Seraya Besar, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), baru-baru ini memperoleh akses listrik sebesar 190 kilo Watt peak (kWp), yang berasal dari pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) komunal yang yang dapat menerangi sekitar 162 kepala keluarga.

 

Baca juga:

PLTA Rajamandala Perkuat Sistem Interkoneksi Kelistrikan Jawa-Bali

Pemerintah Akan Beri Bantuan Listrik Gratis Bagi 710 Ribu Warga Tidak Mampu

6 Pembangkit Listrik Beroperasi Tahun ini

 

Kepala Desa Seraya Maranu Sutirman menyatakan rasa syukur atas beroperasinya PLTS ini, karena memberi banyak manfaat bagi warga. Salah satunya menghemat lebih dari Rp 200.000 per bulannya untuk masing-masing kepala keluarga.

“Saya yakin ke depannya akan banyak usaha kecil dan menengah (UKM) yang akan bermunculan sebagai dampak postif dari masuknya listrik ke desa kami. Karena teknologi dalam bentuk apapun membutuhkan listrik,” ujar Sutirman seperti dikutip obsessionnews.com dari siaran pers Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Senin (22/7/2019).

Meski di pulau terpencil, lanjutnya, mulai sekarang masyarakat dan generasi penerus bisa siap bersaing dengan warga di tempat lain.

“Sehingga kami bisa merdeka dari kemiskinan, merdeka dari gaptek, dan bisa berbuat banyak untuk bangsa dan negeri ini,” tandasnya.

PLTS Desa Seraya Maranu merupakan PLTS yang diinisiasi PT PLN (Persero). Selain desa tersebut PLTS juga akan hadir di sejumlah desa lainnya, yaitu Desa Papagarang (Pulau Papagarang), Desa Pasir putih (Pulu Messa) dan untuk Kecamatan Boleng, Desa Batu Tiga (Pulau Boleng), yang saat ini sedang dalam tahap pembangunan.

Sementara itu Kepala Biro Komunikasi Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama Kementerian ESDM Agung Pribadi berharap semoga makin banyak desa yang dapat menikmati listrik ke depannya.

“Tak hanya meningkatkan elektrifikasi, namun hadirnya PLTS ini akan memberikan multiplier effect yang diharapkan bisa meningkatkan taraf hidup masyarakat,”  ungkap Agung.

Ia menambahkan, PLTS komunal merupakan sebuah solusi yang sangat mungkin dilakukan di daerah yang sulit mendapatkan akses listrik PLN on grid disebabkan keadaan geografis dan akses menuju lokasi. Selain itu Indonesia yang merupakan negara tropis di mana matahari dapat dirasakan setiap hari di wilayah mana pun di Indonesia.

“Tugas kita bersama, pemerintah, badan usaha, masyarakat, dan stakeholders lainnya untuk dapat memanfaatkan potensi energi terbarukan setempat sebagai sumber energi bagi warganya,” pungkas Agung.

Sebelum hadirnya PLTS komunal di Desa Seraya Maranu, masyarakat mendapatkan akses listrik melalui genset masing-masing. Mereka harus membeli bahan bakar minyak (BBM) sebanyak 50 liter per bulan atau menghabiskan sekitar Rp 322.500 untuk pemakaian mulai dari pukul 18.00 sampai pukul 22.00 WITA. Sejak menggunakan PLTS warga hanya mengeluarkan biaya sebesar Rp 100.000 per bulan dengan listrik yang dapat menyala selama 24 jam. (arh)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.