Jumat, 30 Oktober 20

Plt Pimpinan Jangan Salah Kaprah Soal KPK – Polri

Plt Pimpinan Jangan Salah Kaprah Soal KPK – Polri

Jakarta, Obsessionnews – Jumat (20/2/2015) pagi, Presiden Jokowi dijadwalkan melantik Taufiqurahman Ruki, Indriyanto Senoadji dan Johan Budi Sapto Prabowo sebagai Pelaksana tugas (Plt) Pimpinan KPK. “Ada satu isu penting yang perlu disikapi sangat hati-hati oleh plt pimpinan KPK , yakni soal hubungan baik KPK dan Polri,” tandas Jurubicara Serikat Pengacara Rakyat (SPR) Habiburokhman SH MH kepada Obsessionnews.

“Kami perlu mengingatkan agar Plt Pimpinan KPK tidak salah kaprah dalam memaknai hubungan baik KPK dan Polri. Hubungan baik tersebut harus didasari pada semangat sama-sama ingin mensukseskan pemberantasan korupsi dan bukan sebaliknya, saling menutup mata terhadap kasus-kasus korupsi di institusi lain demi mencegah terjadinya kembali benturan,” tambahnya.

Terlepas dari kekalahan KPK di Praperadilan kasus BG (Komjen Pol Budi Gunawan) yang begitu kontroversial, lanjut dia, keberanian KPK untuk mengusut dugaan korupsi di lingkungan kepolisian atau penegak hukum harus dianggap satu kemajuan signifikan.

Habiburokhman menilai, selama ini KPK dikritik karena tidak berani masuk ke wilayah sensitif seperti kepolisian  dan level tertinggi penegak hukum lainnya. KPK dianggap “jalan di tempat” karena sejak berdiri 12 tahun lalu dianggap hanya berani mengusut kasus “pejabat sipil” yang  secara teori lebih  minim resiko perlawanan.

“Harus diingat bahwa sejak awal KPK memang didesain sebagai lembaga ad hoc yang melengkapi tugas kepolisian dan kejaksaan dalam memberantas korupsi yang sudah begitu menggurita,” tuturnya.

Ia menegaskan, tidak seperti kejaksaan yang punya kantor sampai tingkat kabupaten dan kepolisian yang memiliki kantor sampai tingkat kecamatan, sebagai lembaga ad hoc  dengan infrastruktur yang jauh lebih terbatas KPK tidak bisa diharapkan untuk memberantas kasus korupsi secara keseluruhan, melainkan harus berdasarkan skala prioritas.

Menurut Habiburokhman, sangat tepat  jika KPK saat ini memprioritaskan pemberantasan korupsi di kalangan penegak hukum, agar institusi penegak hukum tersebut bisa benar-benar bersih dan selanjutnya melanjutkan kerja pemberantasan korupsi dalam skala yang jauh lebih besar.

“Kami yakin Calon Kapolri yang baru Komjen Badrodin Haiti tidak keberatan jika KPK memprioritaskan pemberantasan korupsi di kalangan penegak hukum termasuk Polri. Yang paling penting adalah komunikasi antar pimpinan dapat senantiasa berjalan lancar dan jangan sampai ada ego menonjolkan institusi masing-masing,” kata Jurubicara SPR.

Habiburokhman mengapresiasi, Badrodin telah menyampaikan bahwa ia bertekad melakukan reformasi atau perbaikan internal. “Tekad Badrodin tersebut akan lebih mudah terlaksana jika membuka pintu lebar-lebar bagi KPK untuk membersihkan institusi Polri dari oknum-oknum pejabat korup,” harapnya. (Ars)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.