Sabtu, 25 September 21

Pledoi di Luar Konteks, Ahok Ditegur Hakim

Pledoi di Luar Konteks, Ahok Ditegur Hakim
* Terdakwa kasus Penistaan Agama Basuki Tjahaja Purnama.

Jakarta, Obsessionnews.com – Terdakwa dugaan kasus penistaan agama, Basuki T Purnama (Ahok) membacakan pleidoinya di ruang sidang pengadilan Jakarta Utara yang ditempatkan di Kementerian Pertanian, Selasa (25/4/2017).

Dalam persidangan ke-21 itu. Pembacaan pleidoi sebanyak lima halaman itu, Majelis  Hakim menegur Ahok karena sempat keluar dari bahasan kasusnya. Awalnya Ahok membantah tidak melakukan penistaan agama seperti yang dituduhkan.

“Saya tak ada niatan untuk menghina agama tertentu ataupun golongan tertentu. Saya bukan penista agama, semua itu fitnah. Sesuai fakta, tak ada satu pun (warga Kepulauan Seribu) yang mempersoalkan,” ujar Ahok.

Ahok lantas membuat analogi untuk menggambarkan bagaimana ucapannya di Kepulauan Seribu itu bukanlah suatu tindakan penistaan agama. Namun, majelis hakim Dwiarso menegur Ahok karena pembahasannya itu di luar konteks kasus dugaan penistaan agama.

“Saudara terdakwa jangan membahas apa yang di luar ini,” kata Dwiarso menegur. Usai itu, Ahok kembali membacakan pledoinya yang berisi lima halaman tersebut.

Tidak puas di situ, Ahok menyalahkan Buni Yani sebagai orang dianggap provokatif. Menurutnya masyarakat tidak mungkin bergejolak kalau Buni Yani tidak memposting video Ahok di Kepulauan Seribu.

Ahok pun membuat analogi lagi dengan mengutip film Nemo. Di Jakarta, dirinya ibarat seekor ikan kecil yang kerap difitnah orang tapi tetap berjuang melayani warga Jakarta, salah satunya dengan program budidaya ikan kerapu. (Albar).

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.