Senin, 20 September 21

PKS Masih Konsisten Dengan Barisan Oposisinya

PKS Masih Konsisten Dengan Barisan Oposisinya

Jakarta – Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) disebut-sebut sangat dimungkinkan bergabung di pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) Jusuf Kalla (JK). Persepsi itu muncul pasca hadirnya PAN dan PPP pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) di Semarang, Jawa Tengah beberapa waktu lalu.

Pada Minggu (21/9) Direktur Eksekutif Lingkar Madani (LIMA), Ray Rangkuti mengatakan mereka (PAN dan PPP) punya potensi besar ke arah sana (Pemerintahan Jokowi-JK).

Menurutnya dua partai tersebut memiliki potensi besar keluar dari Koalisi Merah Putih dan bergabung dengan Jokowi-JK. Hanya tinggal menunggu waktu serta adanya undangan resmi dari PDIP untuk bergabung.

Hal tersebut sangat berbeda dengan sikap Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang menegaskan pihaknya akan tetap fokus dan konsisten menjadi barisan oposisi.

Presiden PKS, Anis Matta menilai menjadi oposisi merupakan bagian dari perjuangan partai, karena itu pihaknya tidak akan sedih jika berada diluar bagian dari pemerintahan.

“Sekarang kita menjadi oposisi dan jangan pernah bersedih karena kita oposisi. Ketika Hidayat Nur Wahid menjadi Presiden PKS dan jumlah kita di parlemen hanya 7 orang, kita pernah menjadi oposisi. Menjadi oposisi adalah resiko perjuangan,” ujar Anis, dalam siaran persnya kepada wartawan di Jakarta, Senin (22/9/2014).

Selai itu Anis juga mengatakan, dengan menjadi oposisi akan membuktikan PKS akan menjadi partai pemimpin kedepannya. Hal itu dibuktikan PKS saat ini telah memiliki lebih dari 1200 anggota legislatif dari tingkat DPRD kabupaten / kota hingga DPR RI.

Dari pencapaian itu lanjut Anis adalah suatu kenyataan yang harus dihadapi dengan penuh kesyukuran. “Ini adalah fase baru dalam kehidupan anggota legislatif PKS. Fase di mana kader PKS bisa memperluas jangkauan dakwahnya. Kita sikapi fenomena ini dengan rasa syukur, semoga ke depannya kader-kader PKS bisa berkontribusi lebih banyak bagi negeri ini,” ujar Anis.

Kedepan, lanjut Anis, bahwa partai yang dipimpinnya akan menjadi World Class Political Party. Dikatakan itu, karena PKS dinilai terus mampu mengembangkan kapasitasnya sampai akan memimpin negara ini kedepannya .

“Yang harus kita lakukan sekarang adalah terus mengembangkan kapasitas dan pada akhirnya kita pantas memimpin negara. Dengan terus meningkatkan kapasitas, PKS bukan hanya akan pantas memimpin negeri ini, namun partai ini akan menjadi world class political party,”pungkasnya. (Pur)

 

Related posts