Rabu, 25 Mei 22

PKS Harap KPI Cegah Penyiaran yang ‘Bodohkan’ Publik

PKS Harap KPI Cegah Penyiaran yang ‘Bodohkan’ Publik

Jakarta, Obsessionnews.com – Komisi I DPR RI telah memilih sembilan Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Rencananya keputusan itu akan disahkan dalam sidang paripurna yang berlangsung Rabu siang (20/7/2016).

Ketua Fraksi PKS Jazuli Juwaini mengucapkan selamat dan menaruh harapan besar terhadap para Komisioner terpilih untuk memaksimalkan peran KPI sesuai kewenangan yang dimiliki dalam menghadirkan siaran informasi publik yang berkualitas dan mencerdaskan bangsa.

” Selamat kepada para komisioner terpilih. Selamat bekerja dan berkarya untuk menghadirkan siaran informasi publik yang berkualitas dan mencerdaskan bangsa,” kata Jazuli melalui pesan singkat, Rabu (20/7/2016).

Jazuli yang juga anggota Komisi I menyakini sembilan anggota KPI adalah orang pilihan, yang memiliki, kapasitas, komitmen dan integritas yang tinggi dalam menjalankan tugas.

“Kami tidak meragukan kapasitas dan komitmen sembilan komisioner terpilih. Hanya saja itu semua harus dibuktikan dalam kinerja kelembagaan KPI yang makin bermakna bagi dunia penyiaran publik,” harapnya.

Harapan yang besar itu tercermin dalam tiga hal, Pertama, kata dia, KPI harus benar-benar dapat menjamin masyarakat untuk memperoleh informasi yang layak, benar, dan berkualitas. “Kedua, KPI harus ikut menghadirkan tatanan informasi nasional yang adil, merata, dan seimbang,” tuturnya.

Ketiga, KPI harus proaktif dalam mendorong dan responsif merespon dan mengontrol pengaduan atas penyelenggaraan dan isi siaran yang tidak sesuai dengan misi siaran yang berkarakter dan mencerdaskan publik.

“Ingat kehadiran KPI merupakan wakil negara (kuasi negara) untuk mewujudkan tata kelola penyiaran publik yang profesional dengan isi siaran yang sejalan dengan pencapaian tujuan nasional dan pembentukan karakter bangsa,” pungkas Jazuli.‎ (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.