Rabu, 8 April 20

PKI Bergerak dan Tragedi Muso

PKI Bergerak dan Tragedi Muso
* Buku Madiun 1948 PKI Bergerak.

Oleh: Hendrajit, Pengkaji Geopolitik, dan Direktur Eksekutif Global Future Institute

 

Membaca  buku Madiun 1948 PKI Bergerak karya sejarawan Belanda Harry Poeze, yang saya garisbawahi adalah tragedi Muso sebagai sosok pemimpin. Pandangan dan analisisnya yang dangkal dalam membaca dinamika politik Indonesia 1948, menjadikan dirinya sebagai pemimpin yang terkurung dalam lingkungannya sendiri.

Alhasil, Muso tidak mempunyai penglihatan yang baik tentang tali-temali masalah yang membelit republik yang baru berumur tiga tahun itu. Tambahan lagi, orang orang di ring satu Muso seperti Amir Syarifuddin, Setiajit, dan Maruto Darusman, tetap saja sejatinya sosialis dan komunis bercita rasa Eropa. Dan lagi frustrasi tingkat dewa setelah tersingkir dari pemerintahan. Sehingga masukan kepada Muso isinya berupa hasutan untuk mengobarkan kemarahan Muso yang dasarnya memang temparemental, dan tukang kepruk.

Sehingga informasi dan analisis ketiga orang ini kepada Muso merupakan penilaian subjektif dan penuh fantasi. Tidak berdasarkan laporan intelijen yang sesuai kondisi nyata dalam masyarakat. Dan tidak berdasarkan analisis ideolog marxis yang selalu bertumpu pada kondisi objektif.

Disinformasi dan analisis keadaan dari Amir-Setiajit-Darusman kepada Muso inilah yang menjadi dasar dari keputusan meletuskan pemberontakan Madiun 1948.

Apa pelajaran buat kita sekarang? Pola pikir dan gaya kepemimpinan ala Muso ini ada di berbagai kelompok pergerakan saat ini. Bahkan di dalam tubuh pergerakan Islam. Sehingga gampang jadi sasaran provokasi untuk diradikalisasi. Jadi bukan di lingkup pergerakan komunis saja.

Selain dangkal pemikiran dan pandangannya dalam menilai tali-temali masalah, juga miskin informasi. Sehingga model kepemimpinan ala Muso ini dengan mudah dikurung di kandangnya sendiri.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.