Kamis, 9 Februari 23

PKBL BUMN Cacat, Ini Saran BPK

PKBL BUMN Cacat, Ini Saran BPK

Jakarta, Obsessionnews – Pada program kemitraan bina lingkungan (PKBL) BUMN Peduli, dana yang dialokasikan untuk mencetak sawah baru mencapai Rp 208,68 milyar. Ditargetkan, bakal ada 100 ribu hektar sawah baru.

Namun pada kenyataannya, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menemui kejanggalan. Sawah yang benar-benar dicetak tidak lebih dari 100 hektar dengan asumsi biaya Rp 60 juta tiap hektarnya.

Seharusnya, dengan modal sebesar Rp 208,68 milyar bakal ada 3500 sawah baru dengan kapasitas produksi mencapai 21 ribu ton sekali panen.

Menurut ketua BPK Harry Azhar Azis ketika menyampaikan temuannya kepada DPR RI, pelaksanaan kegiatan bina lingkungan BUMN Peduli justru dilakukan di atas aset milik masyarakat tanpa dilandasi ikatan hukum yang seharusnya. Makanya, aset-aset tersebut pun dinilai berpotensi hilang.

Berdasar temuan yang menganggap program bina lingkungan dilakukan di luar mekanisme koorporasi, BPK akhirnya merekomendasikan agar Menteri BUMN menyusun peraturan setingkat Permen BUMN yang mewajibkan pembukuan secara intrakomptabel terhadap seluruh pengelolaan dana PKBL. Jadi, program care share responsibility (CSR) dimasukkan sebagai bagian dari biaya dan dibukukan secara tertib dan menjadi unsur pengurangan pajak.

Selain itu, diperlukan juga pembentukan rekening khusus di bawah kendali Menteri BUMN guna menampung seluruh saldo yang masih tersisa. Juga, mengumpulkan seluruh dana bina lingkungan yang tersisa di rekening BUMN dan menyetorkan ke rekening khusus penampungan untuk segera dipindahkan ke rekening kas negara.

BPK juga menyarankan agar Menteri BUMN meminta laporan pelaksanaan penggunaan dana dari seluruh BUMN untuk dikonsolidasikan dan dicantumkan dalam catatan atas laporan keuangan Kementerian tersebut.

Terakhir, disusun peraturan pendukung di tingkat Kementerian BUMN yang mengatur pelaksanaan keguiatan dan penggunaan dana kemitraan maupun bina lingkungan secara rinci termasuk prosedur pengadaan barang dan jasa. (MBJ)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.