Rabu, 1 Februari 23

PKB: Reshuffle Paling Tepat Pasca Lebaran

PKB: Reshuffle Paling Tepat Pasca Lebaran

Jakarta, Obsessionnews – Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Daniel Johan mengatakan, wacana perombakan kabinet Joko Widodo – Jusuf Kalla (Reshuffel) memang tidak bisa dilepaskan karena adanya kinerja para menteri yang dianggap tidak memuaskan dalam satu semester ini.

Menurut Daniel, hal itu tentu bisa menjadi pertimbangan yang kuat bagi Presiden ‎untuk memilih mana menteri yang kira-kira layak untuk di Rushuffel. Sebab, kata Daniel kinerja para menteri ini memberikan nilai bagi masyarakat apakah kabinet kerja Jokowi-JK sesuai dengan visi misinya atau tidak.

‎”Jadi kalau mau ada reshuffel ‎habis lebaran reshuffle paling tepat,” kata Daniel Johan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (16/6/2015).

Saat ditanya jika reshuffel ‎itu mengarah kepada kader PKB, Daniel juga mengaku tidak khawatir. Ia mengatakan sebagai partai pendukung pemerintah PKB siap untuk dikritik dan mengkritik. “PKB tidak khawatir dengan reshuffle kabinet karena pemerintah Jokowi-JK tidak akan bertambah buruk kalau penggantinya lebih baik,” ujarnya.

Dia sendiri menilai menteri yang layak untuk direshuffel adalah Menteri Perdagangan (Mendag) Rachmat Gobel karena dinilai tidak bertanggungjawab atas kebijakan pelarangan impor. Padahal, harga-harga kebutuhan di dalam negeri senang melonjak. “Ini masalah Mendag lempar-lemparan tanggungjawab,” tuturnya.

Kemudian Menteri BUMN Rini Soemarno karena program kerjanya seluruhnya berantakan termasuk penunjukan komisaris BUMN yang terkesan asal-asalan. “Kinerja BUMN mana yang baik dan apa dampak penyertaan modal. Sementara kebijakannya main gampang saja, tidak pikirikan kebutuhan rakyat padahal dapat genjot pendapatan,” jelasnya.

Dan terakhir Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro karena pernyataannya menilai bahwa kenaikkan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS menguntungkan Indonesia merupakan menyesatkan masyarakat. “Sedangkan kalau Menteri Koordinator (Menko) bidang ekonomo tidak terlalu perlu direshuffle,” katanya.

Namun demikian, PKB menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden Jokowi untuk mereshuffle kabinetnya karena hal itu merupakan hak preogratif presiden. “Kalau ekonomi membaik atau apa tidak sebelum rubah kabinet, Jokowi terjungkal. Ini tergantung pak Presiden dan ini masukan karena PKB tidak ingin Jokowi terjungkal,” harapnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.