Sabtu, 23 Februari 19

PKB Optimis Jokowi-Ma’ruf Raup Kemenangan 70%

PKB Optimis Jokowi-Ma’ruf Raup Kemenangan 70%
* Presiden Joko Widodo (Jokowi) berbincang-bincang dengan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar yang akrab dipanggil Cak Imin di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (29/11/2016) siang. (Foto: setkab.go.id)

Jakarta, Obsessionnews.com – Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) merupakan salah satu partai politik yang lahir di era reformasi. PKB berbasis massa Nahdlatul Ulama (NU). Kelahiran PKB dibidani oleh Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) pada 23 Juli 1998.

 

PKB pertama kali mengikuti Pemilu 1999, yang merupakan pemilu di era reformasi. PKB menorehkan prestasi cemerlang, yakni tiap pemilu berhasil menempatkan kader-kadernya di lembaga legislatif. Selain itu PKB juga berhasil mengantarkan Gus Dur menjadi Presiden RI pada periode 1999-2001.

 

Baca juga:

Ibu Negara Iriana yang Sederhana

PDI-P Bertekad Jokowi Lanjutkan Pembangunan

Kisah Inspiratif Buah Hati Jokowi

Jokowi dan Isu PKI

 

Pada Pilpres 2014 lalu PKB mengusung  Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) sebagai capres. Ketika itu kader PDI-P ini berpasangan dengan mantan Ketua Umum Partai Golkar yang juga eks Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK). Pilihan PKB mendukung Jokowi-JK ternyata tepat. Terbukti Jokowi-JK berhasil mengalahkan duet Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Jokowi-JK dilantik sebagai Presiden dan Wakil Presiden periode 2014 – 2019 di Gedung MPR/DPR pada 20 Oktober 2014.

Pada Pilpres 2019 mendatang PKB kembali mendukung Jokowi. Secara resmi PKB mendeklarasikan dukungannya pada Jokowi untuk maju dalam Pilpres 2019 di venue Dayung, Komplek Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (14/7/2018).

Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar yang akrab dipanggil Cak Imin mengatakan, dukungan resmi kepada Jokowi sebenarnya bisa kapan pun dilakukan PKB. Namun, hari itu ia menyatakan secara langsung dukungan tersebut di depan Jokowi.

Setelah dukungan resmi tersebut Cak Imin mengaku PKB berharap penuh kepada pemerintah untuk dapat melanjutkan program kesejahteraan masyarakat dan membuat kemakmuran di tanah air.

“Pemerintah dua periode kepemimpinan Pak Jokowi, diharapkan benar-benar membuat kemakmuran masyarakat,” ujarnya.

Setelah mendeklarasikan dukungannya pada Jokowi, Cak Imin super aktif mengampanyekan dirinya untuk menjadi cawapres mendampingi Jokowi.

Namun upayanya tersebut tak membuahkan hasil yang manis. Jokowi memilih Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) KH Ma’ruf Amin sebagai cawapresnya.

Kendati tidak terpilih menjadi cawapres, Cak Imin mendukung Jokowi – Ma’ruf. Di berbagai kesempatan Cak Imin mengajak kader-kader PKB dan elemen masyarakat lainnya memenangkan Jokowi – Ma’ruf. Menurut Cak Imin, pasangan Jokowi-Ma’ruf merupakan warna baru dalam pesta demokrasi. Bahkan pasangan ini adalah kolaborasi yang sangat baik dan mampu membawa bangsa Indonesia lebih sejahtera.

“Bila dianalogikan, perpaduan merah dan hijau akan mewarnai republik ini, yang lebih penting pasangan Jokowi-Ma’ruf adalah warna baru. Apa yang disampaikan Kiai Ma’aruf Amin bahwa dia adalah jembatan emas bagi kalangan santri dan muslimin untuk menentukan masa depan,” kata Wakil Ketua MPR ini.

Cak Imin percaya diri dengan mengatakan, kunci kemenangan Jokowi pada Pilpres 2019 adalah partainya, PKB. “Kunci kemenangan Pak Jokowi memang ada di kita, di PKB. Kalau PKB yang genjot, menang dia,” ujarnya.

Indikatornya adalah Pilpres 2014 lalu. Cak Imin mengklaim partainya menyumbang 11 juta suara untuk Jokowi-JK. Cak Imin mengatakan, situasi tersebut masih relevan dengan menjelang Pilpres 2019 mendatang.

Cak Imin optimis Jokowi-Ma’ruf meraup kemenangan sebesar 70% pada Pilpres 2019 mendatang. (ARS)

 

Artikel ini dalam versi cetak telah dimuat di Majalah Men’s Obsession Edisi Januari 2019 dengan judul “PKB Kembali Dukung Jokowi”.

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.