Minggu, 25 Oktober 20

Pitung Sang Robin Hood

Pitung Sang Robin Hood
* Rumah adat Betawi di Marunda, yang diyakini sebagai rumah Si Pitung, kini telah dipugar dan dijadikan museum. (Foto: Wikipedia)

Pernah dengar cerita tentang Bang Pitung kan? Kisah ini merupakan gambaran orang Cina yang sudah melebur dan akulturasi dengan warga lokal setempat. Salah satunya berdasarkan tradis kisah lisan yang dituturkan turun-temurun dari para leluhur ke generasi sekarang.

Bang Pitung adalah keturunan dari pendekar delapan dari perguruan Pa Te Koan di daerah Kota.

Konon menurut shohibul hikayat, Belanda berhasil membantai 5.000 orang Cina di kawasan Kota dalam aksi penumpasan pemberontakan yang dikenal sebagai Grebeg Pecinan. Pemberontakan Cina yang didukung penduduk lokal ini kemudian bukan sebatas di Jakarta saja, bahkan meluas ke kerajaan Mataram, Jawa Tengah. Bahkan berhasil membelah Kerajaan Mataram dalam dua kubu, antara yang pro Belanda dan pro Cina.

Tapi menariknya, setelah berakhirnya pemberontakan 1740, banyak orang Cina masuk Islam. Babeh Ridwan Saidi dalam beberapa risetnya mencatat bahwa jejak-jejak Cina masuk Islam ada di Masjid Kebon Jeruk, di Hayam Wuruk.

Maka banyak orang orang Cina kemudian migrasi ke Tangerang. Dan mendirikan sebuah desa bernama Benteng. Nah di sinilah Bang Pitung lahir. Sewaktu meletusnya pemberontakan 1740 alias Grebeg Pecinan, Pitung belum lahir. Karena pendekar kita ini lahir pertengahan abad ke-19.

Namun berkat budaya tutur dari leluhurnya, Pitung kecil jadi tahun kisah Grebeg Pecinan 1740. Sehingga melalui penuturan lisan kisah 1740, Bang Pitung terpantik jiwa patriotismenya, dan menggugah jiwa kependekarannya. Lantas tertarik belajar silat. Setelah beranjak dewasa, Pitung merantau ke Batavia (baca: Jakarta). Rupanya di Jakarta, eh, Batavia, Pitung berteman dengan seorang wartawan dari Pemberita Betawi. Mas Tirto namanya.

Agaknya ini orang yang sama dengan Tirto Adhi Suryo yang dikisahkan Pramudya Ananta Toer dalam bukunya berjudul Sang Pemula. Perintis pers nasional kita sekaligus pendiri Sarekat Dagang Islam.

Belakangan karena Pitung kemudian diperkenalkan oleh mas Tirto kepada kalangan pedagang, wedana, dan para tuan tanah yang membenci Belanda, dan dapat banyak cerita sepak-terjang Belanda sebagai penjajah di Batavia, jiwanya mulai bergolak. Dan jadi antipati sama Belanda.

Mungkin karena kodratnya adalah seorang jawara dan pendekar, apalagi terkenal reputasinya sebagai jago silat, Pitung memutuskan jadi Robin Hood lokal. Yaitu merampok rumah-rumah orang kaya dan para tuan tanah penghisap darah rakyat, terutama yang dia pandang antek-antek Belanda. Lalu membagi hasil rampokannya kepada orang orang miskin. (Hendrajit, Pengkaji Geopolitik, dan Direktur Eksekutif Global Future Institute)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.