Kamis, 9 Desember 21

Pimpinan KPK Ancam Mundur, Jika Novel Baswedan Tak Dibebaskan

Pimpinan KPK Ancam Mundur, Jika Novel Baswedan Tak Dibebaskan

Jakarta, Obsessionnews – Plt Wakil Ketua KPK Indrianto Seno Adji mengancam mundur jika polri tetap melakukan penahanan terhadap Novel Baswedan. Ia menyatakan pembelaan terhadap Novel adalah upaya untuk menjaga marwah KPK sebagai lembaga penegak hukum.

“Nanti ada upaya lain, kalau jalan lain ini tidak berhasil, saya salah satu pimpinan yang tak punya niat mengejar jabatan saya akan mundur,” ujar Indriyanto dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Jumat (1/5/2015).

Pimpinan KPK akan menempuh berbagai cara untuk bisa membebaskan Novel dari upaya penahanan. Mulai dari berupaya untuk berkomunikasi dengan Kapolri Jenderal Badrodin Haiti hingga mengajukan penangguhan penahanan.

Indriyanto khawatir kasus Novel menjadi pintu masuk bagi polri untuk mengusut kasus-kasus lain yang menyeret beberapa penyidik hingga pimpinan KPK. Maka dia berjanji akan melindungi Novel Baswedan dari “serangan” pihak kepolisian.

“Saya tidak mau lembaga ini sebagai lembaga penegak hukum dipreteli, saya jamin ke Novel dan teman-teman kalau ditahan, saat itu juga saya akan mudur, saya yakin kapal ini (KPK) tidak akan mundur dan tidak akan tenggelam,” tegasnya.

Novel ditangkap di rumahnya di Kelapa Gading, Jakarta Utara pada Jumat dini hari tadi. Novel menjadi penyidik KPK sejak 2005. Dia merupakan perwira lulusan Akpol 1998 yang bertugas di Bengkulu pada 1999-2005. Pada 2012, dia mengundurkan diri dari Polri untuk menjadi penyidik KPK.

Kasus yang dituduhkan polisi kepada Novel terjadi pada 2004. Novel yang saat itu bertugas di Polres Bengkulu disangka menganiaya seorang pencuri sarang burung walet hingga tewas.

Delapan tahun kemudian, bertugas di komisi antikorupsi, ia memimpin penyidikan perkara Djoko Susilo dan menggeledah kantor Korps Lalu Lintas Polri. Perkara ini meledakkan hubungan KPK dan Polri, yang membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turun tangan: meminta Kepolisian menghentikan pengusutan kasus Novel.

Kini polisi membuka kembali penyidikan atas Novel setelah KPK menyidik dugaan suap dan gratifikasi Budi Gunawan, calon Kepala Polri yang pelantikannya dibatalkan Presiden Joko Widodo karena menjadi tersangka. ‎(Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.