Jumat, 2 Desember 22

Pimpinan Komisi X DPR Ceramah di Universitas WP

Pimpinan Komisi X DPR Ceramah di Universitas WP

Surabaya, Obsessionnews – Pimpinan Komisi X DPR RI Ir HM Ridwan Hisjam menegaskan, Perguruan Tinggi harus mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) berkualitas untuk menyambut Kompetisi dalam Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

Wakil Ketua Komisi X DPR yang membidangi Penddidikan-Ristek-Kebudayaan- Pariwisata- Pemuda- Olahraga,Ekonomi Kreatif dan Perpustakaan Nasional) menyampaikan hal ini dalam Orasi Ilmiah di Universitas Wijaya Putra (WP) Surabaya pada Wisuda Sarjana dan Pasca Sarjana ke 35, kemarin.

Menurut Ridwan Hisjam, tantangan PT saat ini, adalah: (1) Pembeayaan PT, (2)Terjaminnya proses pendidikan yang bermutu dan terstandardisasi, dan (3) Relevanssi dan daya saing lulusan. Pemerintah dan institusi pendidikan harus maksimal.

Terutama, jelasnya, hal pengembangan PRODI (program studi) untuk menjawab tantangan tersebut, sehingga PT dapat menghasilkan Lulusan yang memiliki hard skill (keterampilan teknis) dan Soft skill (ketrampilan mengelola diri dan orang lain) sama baiknya.

Untuk itu, tutur Ridwan, kualitas Lulusan dan Inovasi menjadi Kata Kuncinya. Di luar negeri PT menghasilkan Lulusan yang memiliki daya saing internasional dan Hasil penelitiannya yang dibutuhkan oleh dunia usaha dan industri. Sehingga dapat mempercepat pertumbuhan Ekonomi bangsa.

RH-1

Ridwan Hisjam yang juga Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Jawa Timur menyatakan, untuk masuk bersaing di MEA, maka satu-satunya cara yang ampuh adalah penguasaan IPTEK dengan menjunjung tinggi nilai-nilai Agama dan Persatuan Bangsa untuk kemajuan peradaban serta kesejahteraan ummat manusia.

Untuk mencegah banjir tenaga kerja dari luar negeri tidaklah mudah karena kita harus memerlukan adanya Blue Print Sistem pendidikan secara menyeluruh dan Sertifikasi berbagai Profesi.

Dari berbagai fakta menurut Ridwan, bahwa perubahan paradigma baru di Era Globalisasi begitu cepat berkembang dengan Paradigma TEKNO-EKONOMI (Techno-Economy Paradigm), dimana Teknologi menjadi faktor yang memberikan kontribusi signifikan dalam peningkatan kualitas hidup suatu bangsa.

Implikasinya, jelas dia,  adalah terjadinya proses transisi Perekonomian dunia yang semula berbasiskan sumber daya (resource based economy) menjadi berbasiskan Pengetahuan (knowledge based economy).

Olehkarena itu, lanjut Ridwan, Lembaga PT harus didorong untuk dapat menghasilkan. Lulusan berkualitas internasional yang dilengkapi dgn ketrampilan profesional, bahasa dan ketrampilan antar budaya. Outputnya adalah SDM. Yang terdidik dengan ketrampilan yang terlatih.

“Dan pada saatnya Indonesia menjadi negara yang besar dan mampu menjadi ‘Man of The Match’ dalam MEA yang suatu hari nanti menjadi panutan Dunia dalam berbagai aspek kehidupan,” tuturnya. (Ali)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.