Jumat, 27 Mei 22

Pidato Tahunan 2021, Presiden Ajak Bangsa Indonesia Untuk Melihat Pandemi Sebagai Situasi Yang Menguatkan

Pidato Tahunan 2021, Presiden Ajak Bangsa Indonesia Untuk Melihat Pandemi Sebagai Situasi Yang Menguatkan
* Presiden Joko Widodo dalam Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI & DPD RI Tahun 2021. (Foto: Pikiranrakyat)

Jakarta, Obsessionnews – Dalam rangkaian acara peringatan Hari Ulang Tahun ke-76 Republik Indonesia, Presiden Joko Widodo menyampaikan pidato dalam rangka Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RI & DPD RI Tahun 2021, diikuti pidato dalam rangka Penyampaian RUU APBN Tahun 2022 beserta Nota Keuangan secara daring pada Senin (16/08/2021).

Adapun isi dari pidato Presiden antara lain terkait pandemi yang saat ini dihadapi seluruh bangsa dan dunia. Pandemi memberikan beban yang berat yang penuh dengan risiko, dan memaksa kita untuk menghadapi dan mengelolanya. Semua pilar kehidupan diuji dan diasah. “Ketabahan, kesabaran, ketahanan, kebersamaan, kepandaian, dan kecepatan kita, semuanya diuji dan sekaligus diasah,” ujar Presiden mengawali pidato kenegaraannya.

Dalam pidatonya Presiden menegaskan, pengembangan sumber daya manusia (SDM) berkualitas tetap menjadi prioritas meski saat ini konsentrasi masih dalam menangani masalah kesehatan. Infrastruktur di daerah yang sebelumnya sulit terjangkau, masih terus diupayakan untuk kesejahteraan yang lebih merata. Reformasi struktural dalam rangka memperkuat pembangunan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, tetap menjadi agenda utama.

Selain itu, karakter bangsa dan pemerintahnya, dipaksa untuk berani berubah, berani mengubah, serta berani mengakselerasi hal-hal baru yang menjadi fondasi visi Indonesia maju. Cukup banyak inovasi yang tercipta untuk beradaptasi dengan sistem kenormalan baru. Pandemi yang bersamaan dengan revolusi industri 4.0, mempercepat migrasi ke cara-cara baru yang lebih memanfaatkan teknologi.

Percepatan alur perizinan diimplementasikan dalam _Online Single Submission_ (OSS), yang sangat mempermudah semua level dan jenis usaha. Urusan perizinan, pengurusan insentif dan pajak, bisa dilakukan jauh lebih cepat dan transparan. “Kesempatan ini harus dimanfaatkan oleh pelaku UMKM untuk mengembangkan usahanya,” tegas Presiden. “Kemudahan berusaha bagi daerah-daerah, juga ditunjukkan dengan adanya Mal Pelayanan Publik (MPP) di berbagai kota dan kabupaten. Pelayanan dasar yang terpusat, termasuk perizinan usaha dan investasi, akan memulihkan ekonomi nasional dari daerah. Perkembangan investasi harus menjadi bagian terintegrasi dengan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan,” tutur Presiden.

Pandemi membawa masyarakat lebih kreatif untuk mengembangkan usahanya. Presiden menegaskan, peningkatan kelas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi agenda utama. Berbagai kemudahan disiapkan untuk menumbuhkan UMKM, termasuk kemitraan strategis dengan perusahaan besar, agar cepat masuk dalam rantai pasok global. Hal ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk UMKM, serta meningkatkan pemerataan dan kemandirian ekonomi masyarakat.

Pagebluk ini mengantar masyarakat untuk lebih kreatif, gotong royong, berbagi, kuat, serta adaptif terhadap situasi yang tidak menentu. Kawah candradimuka yang disampaikan Presiden Joko Widodo di hadapan para menteri dan parlemen tidak lagi dipandang sebagai sekadar mitos, legenda, atau cerita rakyat. Dibalik sederhananya pakaian adat Baduy yang dikenakannya, Joko Widodo mengajak untuk melihat pandemi ini sebagai situasi yang menguatkan.

Kini, di tengah situasi yang tidak menentu, Indonesia yang menyongsong hari kemerdekaannya ke-76 harus tetap tumbuh menjadi negara yang kuat. Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh, yang menjadi semboyan Bulan Kemerdekaan pada tahun ini, hanya bisa diraih dengan sikap terbuka dan siap berubah menghadapi dunia yang penuh disrupsi. “Kita harus tangguh dalam menghadapi pandemi dan berbagai ujian yang akan kita hadapi dan kita harus terus tumbuh dalam menggapai cita-cita bangsa,” tutup Presiden Joko Widodo.

Turut hadir, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Sofyan A. Djalil beserta Wakil Menteri ATR/Wakil Kepala BPN, Surya Tjandra. “Pak Menteri dan Pak Wamen tentunya hadir untuk menyimak serta menyaksikan pidato Presiden dari kediaman masing-masing,” kata Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian ATR/BPN, Yulia Jaya Nirmawati.

Terkait dengan arahan Presiden tentang OSS, Kementerian ATR/BPN telah mendukung implementasinya melalui Kegiatan Kesesuaian Pemanfaatan Ruang (KKPR) dan Pertimbangan Teknis Pertanahan (PTP) mengenai izin lokasi. Hal tersebut merupakan bentuk peningkatan Sistem Pemerintahan Berbasis Ekonomi (SPBE) dan juga sebagai salah satu pendukung iklim ramah investasi sekaligus sebagai implementasi OSS Berbasis Risiko. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.