Rabu, 3 Juni 20

Pidato di PBB, PM Malaysia Protes Pembantaian Muslim Rohingya!!

Pidato di PBB, PM Malaysia Protes Pembantaian Muslim Rohingya!!
* Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad.

Perdana Menteri (PM) Malaysia Mahathir Mohamad secara tegas menyatakan, negaranya tidak lagi mendukung Pemimpin spiritual Myanmar, Aung San Suu Kyi terkait langkah dan sikapnya di krisis Rohingya.

IRNA Senin (1/10) menulis, Mahathir dalam wawancaranya dengan TRT Turki di sela-sela Sidang Majelis Umum PBB ke 73 di New York mengatakan, “Suu Kyi tidak bersedia berbicara mengecam aksi militer dan penumpasan Muslim Rohingya oleh tentara negara teresbut, dan Kami menyaksikan ia senantiasa bungkam terkait pembantaian warga Rohingya. Oleh karena itu, Kami tidak lagi mendukungnya.”

“Saya telah kehilangan keyakinan terhadap dirinya. Terkait krisis Rohingya, Saya telah mengirim surat kepada Suu Kyi, namun ini bahkan tidak bersedia menjawab surat Saya. Hal ini membuat Saya sangat pesimis,” tutur Mahathir.

Ia menegaskan, Malaysia mengeluh atas kondisi Rohingya, dan kini Kuala Lumpur menampung banyak pengungsi Rohingya.

Selama pidatonya di Majelis Umum PBB, Mahathir mengkritik kondisi buruk dan penumpasan Muslim Rohingya oleh militer di Myanmar dan mengatakan, ketika minoritas Msulim di Myanmar dibantai, rumah mereka dibakar dan dipaksa meninggalkan negaranya, Aung San Suu Kyi malah menolak realita ini.

Kepada Suu Kyi, Mahathir mengatakan, negara-negara bebas dan independen,namun ini bukan berarti mereka memiliki hak untuk membantai sejumlah warganya.

Di ASEAN, Malaysia merupakan satu-satunya negara yang sangat mendukung hak Muslim Rohingya dan bahkan beberapa kali terlibat ketegangan dengan pemerintah Myanmar. Pemerintah Malaysia dalam mendukung Muslim Rohingya, dan mengutuk aksi militer dan ekstrimis Buddha radikal dengan melakukan berbagai langkah yang mencerminkan perhatian Kuala Lumpur terhadap situasi Muslim Rohingya.

Pemerintah Malaysia, dalam langkah pertamanya mengutuk kejahatan yang dilakukan oleh militer dan ekstrimis Buddha Myanmar terhadap Muslim Rohingya, dengan menyatakan solidaritas mereka atas Rohingya, menyerukan tekanan politik dan ekonomi ASEAN guna menghentikan kejahatan anti-Muslim Rohingya.

Pemerintah Malaysia juga mengumumkan kesiapannya menampung para pengungsi Muslim Rohingya dan menempatkan mereka di kamp-kamp pengungsi. Upaya penting Malaysia lainnya adalah mengirim petugas bantuan kemanusiaan ke kamp Cox’s Bazar di Bangladesh dan membuat rumah sakit lapangan terbesar bagi pengungsi Muslim Rohingya.

Aung San Suu Kyi

Sejak awal, PM Mahathir menyatakan, Malaysia secara eksplisit menyerukan pencoretan Myanmar dari ASEAN. Pemimpin Malaysia ini menyerukan pengakuan hak kewarganegaraan Muslim Rohingya oleh pemerintah Myanmar, sehingga mereka dapat dengan aman kembali ke tanah air mereka di provinsi Rakhine, di barat negara itu.

Pemerintah Malaysia mendorong masyarakat untuk menggelar aksi protes anti-pemerintah Myanmar, juga menyerukan sikap tegas ASEAN terhadap penindasan atas Muslim Rohingya. (ParsToday)

Baca Juga:

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.