Sabtu, 21 Mei 22

PGI Minta Teror di Surabaya Tak Dipolitisasi

PGI Minta Teror di Surabaya Tak Dipolitisasi
* Dampak bom gereja di Surabaya.

Jakarta, Obsessionnews.com – Sekretaris Umum Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Pendeta Gomar Gultom menyampaikan duka cita mendalam kepada semua korban tindakan kekerasan di Kota Surabaya Surabaya. Pihaknya pun meminta elit atau tokoh tidak menyampaikan komentar yang bisa memperkeruh suasana, apalagi sampai mengunakan kasus ini untuk kepentingan politik.

“Kami berharap masyarakat dari para tokoh tidak memberikan pertanyaan yang justru bisa memperkeruh suasana. Apalagi sampai dijadikan kepentingan politik tertentu,” ujarnya Minggu (13/5/2018).

Terkait rangkaian kekerasan oleh para teroris pekan ini di Mako Brimob dan gereja-gereja di Surabaya, Pendeta Gomar mengatakan, tindak kekerasan dengan alasan apapun tidak akan pernah mampu menyelesaikan masalah. Ia menerangkan, tindakan kekerasan hanya akan melahirkan lingkaran kekerasan yang pada akhirnya menuju kehancuran.

“Lihatlah Suriah yang luluh lantak oleh kekerasan demi kekerasan,” kata dia.

Kedua, ia mengatakan, sesungguhnya tidak ada agama yang mengajarkan kekerasan dan pembunuhan. Ia menegaskan, agama apapun mengajarkan kemanusiaan, damai dan cinta kasih. “Kesesatan berpikirlah yang membawa penganut agama melakukan kekerasan dan tindak terorisme,” kata dia.

Ketiga, dia menyerukan, para pemimpin agama perlu lebih serius mewaspadai munculnya para pendukung kekerasan dan tindak terorisme ini dengan berbalutkan penginjil atau pendakwah. “Program deradikalisasi BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme) akan sia-sia jika masyarakat justru memberi panggung kepada para pemimpin agama yang menyebarkan paham radikalisme dan kekerasan lewat dakwah-dakwahnya,” ujarnya.

Pendeta Gomar mengimbau kepada para pemimpin agama dan masyarakat untuk tidak memberi angin dan simpati kepada pelaku kekerasan serta terorisme. Dia juga mengimbau masyarakat menghentikan penyebaran foto dan video karena itu justru tujuan teroris. Yakni menebarkan rasa takut di tengah masyarakat.

Ia menghimbau masyarakat untuk menebarkan kasih dan rasa damai melalui ragam media. Menghimbau seluruh elit politik dan masyarakat untuk menghentikan komentar yang justru memperkeruh keadaan.

“Janganlah menggunakan peristiwa kekerasan dan tindak terorisme ini untuk menangguk kepentingan politik dan sesaat, karena harga yang sedang dipertaruhkan adalah masa depan bangsa,” tegasnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.