Jumat, 6 Desember 19

Peternak Bebek di Jombang Cabuli Guru Privat Hingga Hamil
Ilustrasi pencabulan. (Foto: kompas.com)
Peternak Bebek di Jombang Cabuli Guru Privat Hingga Hamil

Peternak Bebek di Jombang Cabuli Guru Privat Hingga Hamil

Jombang, Obsessionnews.com – MA tak berdaya saat diamankan oleh Kepolisian Resor (Polres) Jombang, Jawa Timur. Pria yang sehari-hari bekerja sebagai peternak bebek itu ditetapkan sebagai tersangka setelah terbukti melakukan perbuatan cabul terhadap guru privat.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Jombang AKP Azi Pratas Guspitu mengatakan,  MA telah lama melakukan pencabulan terhadap seorang guru les privat yang mengajari adiknya. Ia diamankan pada Jumat (5/7/2019).

“Statusnya tersangka dan saat ini kami tahan. Korbannya ini seorang guru les privat yang mengajari adiknya,” ujar Azi, di Mapolres Jombang, Rabu (10/7/2019).

 

Baca juga:

Tega! Guru Cabuli Tiga Siswi SMP, Satu di Antaranya Hamil Empat Bulan

Anak SMA yang Diperkosa Siswa SMP dan SD Sengaja Sembunyikan Kehamilan

Gadis Remaja Ini Tega Diperkosa Calon Kakak Ipar Hingga Hamil Enam Bulan

 

Azi mengungkapkan, antara pelaku dan korban sudah saling mengenal cukup lama, karena selain bertetangga, korban juga sering datang ke rumah pelaku untuk memberikan les privat kepada adik pelaku. Namun, sering kali kedatangan korban dimanfaatkan untuk melampiaskan nafsunya.

Peristiwa keji itu terjadi pertama kalinya pada awal tahun 2017. Saat itu, korban masih duduk di bangku kelas 3 sebuah Madrasah Aliyah di Kabupaten Jombang. Merasa tidak ada perlawanan, pelaku kemudian melakukan pencabulan berulang kali hingga 26 Mei 2019 lalu.

Tindakan cabul pelaku terhadap korban berlangsung mulus lantaran korban dijanjikan akan dinikahi. Namun, janji pelaku untuk menikahi korban tak terwujud, meski korban saat ini dalam kondisi hamil. Tak terima dengan perbuatan pelaku, pihak keluarga akhirnya melaporkan kasus pencabulan itu ke polisi.

“Korban dirayu, dijanjikan akan dinikahi. Tapi, janji itu tidak ditepati oleh pelaku,” kata Azi.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 293 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Pelaku terancam ancaman hukuman penjara selama 5 tahun. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.