Rabu, 21 April 21

Peternak Ayam di Kebumen Menjamur, Pengusaha Harap Ada Sikap Pemerintah

Peternak Ayam di Kebumen Menjamur, Pengusaha Harap Ada Sikap Pemerintah
* Para asosiasi peternak ayam di Kebumen berkumpul membicarakan semakin menjamurnya peternak ayamm. (Foto: Albar)

Kebumen, Obsessionnews.com -Para Pengusaha Peternak Ayam di Kebumen, Jawa Tengah, berkumpul membicarakan banyak hal terkait kendala dan persoalan yang mereka hadapi dalam mengembangkan bisnisnya. Salah satunya semakin menjamurnya para para peternak ayam baru di Kebumen.

Ketua Asosiasi Peternak Ayam Kebumen, Adi Pandoyo mengatakan, pihaknya memang tidak bisa melarang masyarakat yang ingin mencoba peruntungan bisnis dengan beternak ayam. Tidak ada larangan akan hal itu. Semua orang atau warga masyarakat berhak untuk berwirausaha sesuai keinginan dan kemampuan.

Namun, kata dia, ada hal yang perlu diperhatikan bahwa jumlah peternak ayam di Kebumen sudah terlalu banyak. Jika kondisi ini terus ditambah, maka nantinya akan over produksi. Ketika hal itu terjadi, otomatis harga penjualan menjadi tidak seimbang. Bahkan bisa mandeg, tidak terdistribusikan.

“Kalau peternak ayam ini tidak dibatasi, maka pada saatnya akan mengalami titik jenuh, dimana kita kelebihan produksi, tidak sesuai dengan permintaan. Harga ayam pun bisa seketika jatuh,” ucap Adi Pandoyo, di Kebumen, Rabu (7/4).

Karena itu, Adi berharap persoalan ini perlu disikapi pemerintah dalam hal ini Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kebumen. Pihaknya meminta pemerintah perlu memberikan informasi yang akurat mengenai data berapa jumlah kebutuhan ayam di Kebumen. Jangan sampai situasi ini dibiarkan terus tanpa ada kontrol dari pemerintah.

“Jadi pemerintah perlu melakukan evaluasi mengenai dan penataan tentang jumlah peternak ayam. Berikan informasi yang valid mengenai jumlah kebutuhan daging ayam di Kebumen sebenarnya berapa? Sudah mencukupi apa belum. Berapa batasanya. Jangan sampai dibiarkan sampai over produksi,” terangnya.

Adi juga berharap izin perlu diperketat. Sebab, semakin banyaknya peternak ayam, kadangkala berakibat pada keterlambatan pakan ayam. Termasuk mengakibatkan keterlambatan bibit ayam atau Day Old Chickens, biasanya disingkat DOC.

Padahal, keberhasilan usaha dalam bisnis ternak ayam sangat ditentukan saat ayam masih dalam keadaan DOC. “Jika DOC terlambat, produksi kita juga terlambat. Saat ini saja sudah sering terjadi keterlambatan pengiriman,” jelasnya.

Adi Pandoyo mengingatkan, bahwa peternak ayam tidak hanya bisa diliat dari manisnya saja. Banyak juga kendala yang hadapi. Misalnya soal pengelolaan limbah. Kelangkaan pakan ayam. Dan juga rawan terhadap penyakit atau virus. Jika tidak punya ketersiadan alat ternak yang cukup, maka resikonya cukup tinggi.

“Boleh saja bisnis ayam, tidak ada yang melarang. Tapi jangan hanya diliat manisnya saja. Pahitpun juga harus diliat,” tandasnya. (Albar)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.