Sabtu, 16 Oktober 21

Pesona Batu Kecubung Khas Kalbar

Pesona Batu Kecubung Khas Kalbar
* Batu kecubung khas Kalimantan Barat (Kalbar) yang berharga puluhan juta rupiah

Pontianak, Obsessionnews – Bongkahan-bongkahan batu itu tersusun rapi dan indah dari kejauhan. Bila didekati maka sinar kemilaunya terpancar dengan berbagai warna-warni yang indah. Warna mengkilapnya terasa indah dipandang. Batu mulia tersebut bernama batu kecubung. Kini batu tersebut tidak lagi menjadi barang hiasan, tetapi sudah menjadi investasi menguntungkan bagi sebagian orang yang ‘gila’ mengoleksi batu tersebut, Tak salah jika batu mulia tersebut banyak dicari orang-orang di Kalimantan Barat (Kalbar) dan seluruh penjuru Nusantara.

Pengemar batu mulia atau dengan kata lain bernama batu kecubung, tidak asing lagi didengar. Batu kecubung ini terkenal dengan kekhasan pada coraknya dan harga yang ditawarkan bisa sampai puluhan juta rupiah.

Batu kecubung diminati masyarakat dari berbagai daerah.
Batu kecubung diminati masyarakat dari berbagai daerah.

Batu kecubung ini banyak dicari karena memiliki kilauan warna yang beragam. Dari warna ungu, hitam, biru, hijau hingga warna merah menyala. Bahkan raja-raja di Eropa telah lama memakai batu kecubung ungu, karena dianggap membawa berkah kesuksesan, selain memancarkan pesona bagi pemakainya. Penasaran dengan pesona batu kecubung, ada dua daerah di Kalbar yang terkenal sebagai penghasil potensi batu kecubung terbesar dan memiliki kualitas bagus, yakni Kabupten Ketapang dan Kabupaten Sambas.

Kecubung Ketapang
Mendengar kata kecubung tentu pikiran kita tertuju kepada batu mulia yang banyak dicari karena memiliki kilauan warnanya. Batu kecubung (Amethyst) asli berasal dari Ketapang. Batu ini mempunyai gradasi warna dari putih bening, coklat, hitam, ungu muda, ungu, ungu tua merah sampai berwarna emas.

Batu yang tersohor sejak dulu yang dipakai oleh raja-raja di benua Eropa ini diyakini penggemarnya dapat meningkatkan kepercayaan diri dan kharisma, sehingga banyak diburu kolektor.

Batu kecubung merupakan batu alam asli dari Ketapang. Batu kecubung diperoleh dari kawasan alam perbukitan di Kecamatan Manis Mata, Kecamatan Air Upas, Kecamatan Hulu Sungai, dan Kecamatan Kendawangan tidak kalah bersaing dengan batu mulia dari daerah-daerah lain di Nusantara ini.

Untuk mendapatkan batu tersebut tidak mudah. Sebagian warga setempat berani menambang batu tersebut di daerah perbukitan dengan risiko tingg. Batu hasil tambangan tersebut didapatlah jenis dan warna batu yang beragam dengan kualaitas warna yang indah dan tinggi. Tak ayal hasil dari tambangan warga tersebut diperoleh harga jualan yang cukup tinggi.

Henky, penjual batu kecubung di Jalan Gusti Muhammad Saunan, Ketapang, berbisnis batu kecubung sejak puluhan tahun lalu. Pria 63 tahun tersebut sudah berpengalaman berbisnis batu kecubung asal ketapang tersebut. Pembelinya kalangan elite, seperti bupati, wakil bupati, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD), pengusaha, dan lain-lain.

“Batu kecubung diyakini oleh banyak pengemarnya dapat meningkatkan kepercayaan diri serta kharisma,” katanya kepada obsessionnews.com, Rabu (25/3).

Harga yang ditawarkan beragam dilihat dari kristal dan karatnya, mulai dari harga Rp 250 ribu hingga mencapai puluhah juta rupiah. “Kemarin batu kecubung 60 karat koleksi saya terjual Rp 65 juta,” ujarnya.

Harga yang tinggi pada batu kecubung ini tak mengurangi minat pengemar untuk menjadikan batu kecubung sebagai batu cincin. Keunikan batu kecubung ini karena warnanya yang memancar seolah batu ini tak ubahnya permata

“Kami berupaya pesona batu kecubung ini tak hanya dikenal masyarakat Ketapang saja, tetapi juga masyarakat dunia. Karena dilihat potensi batu ini sangat cukup besar di wilayah Ketapang,” papar Henky.

Selain pengemar batu kecubung yang langsung membeli, ada juga yang datang langsung melihat proses pengasahan batu kecubung ini menjadi batu kilau yang memancar. Setelah melalui beragam proses pengasahan, batu kecubung ini menjadi mata cincin yang menarik. Warnanya pun beragam dari berwarna putih, hitam, cokelat hingga berwarna ungu. Penggemar batu kecubung umumnya menyukai warna ungu, hijau, dan hitam.

Kecubung Sempalai
Batu mulia kecubung yang satu ini bernama kecubung Sempalai. Sempalai adalah nama sebuah desa di Kecamatan Tebas, Kabupaten Sambas. Di daerah inilah ditemukan kandungan batu kecubung yang sangat besar di Kabupaten Sambas. Batu dari Sambas ini mulai booming. Tahun 2014 batu mulia ini bisa disejajarkan dengan batu bacan dan kecubung Ketapang.

Pada 2014 batu kecubung Sempalai melambung namanya setelah keluar sebagai juara III dalam Kontes Batu Mulia se-Indonesia di Jakarta. Batu kecubung Sempalai jenis rambut merah ditampilkan dalam ajang tersebut.

Dalam kontes tersebut, batu bacan doko dari Maluku Utara keluar sebagai juara I dan batu klawing dari Purbalingga, Jawa Tengah, juara II.

Setelah menjadi juara dalam kontes tersebut, batu kecubung Sempalai semakin dikenal oleh masyarakat, dengan kualitas tinggi, bernilai mahal dan semakin dicari oleh sebagian sejumlah kolektor, baik di Pontianak maupun kolektor-kolektor nasional.

“Sejak Desember 2014, masyarakat di Sambas mulai memperbincangkan batu permata tersebut dan menggunakannya. Batu tersebut diolah menjadi sebuah cincin dan liontin,” kata Teh Ucup, salah seorang perajin batu asal Pontianak kepada obsessionnews.com, Rabu (26/3).

Harga yang tawarkan beragam. Koleksi kecubung Sempalai yang diolah ada yang menawar Rp 15 juta. Harga bongkahan kecubung Sempalai dipatok berharga Rp 100.000 hingga Rp 150.000.

Pria 35 tahun ini mengeluti usahanya sejak tahun 2010. Berbagai cara dilakukan agar batu kecubung Sempalai dikenal oleh masyarakat Kalbar, mulai dari membuka lapak di Pasar-pasar tradisional di Sambas, mengikiti event-event festival yang diadakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sambas, sampai pada pameran batu di Kota Pontianak.

Tahun 2013 pecinta kecubung Sempalai mulai menyebar hingga ke Pulau Jawa, Sumatera dan Palembang. Saat ini banyak kolektor yang datang membeli batu untuk disebarkan di luar Kalimantan, termasuk dari Malaysia.

Pameran Batu Khas Kalbar
Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kalbar akan menggelar pameran batu khas Kalbar, 2 – 6 April 2015. Kegiatan tersebut diadakan di Rumah Budaya Radakng Kalbar di Pontianak. Pameran tersebut akan diikuti oleh perajin batu, penjual, komunitas pecinta batu dan penggemar batu yang menekuni usahanya di bidang batu permata di penjuru Kalbar. Pameran itu akan diikuti 14 kabupaten/kota se- Kalbar.

“Pamerah tersebut akan lebih memanjakan para penggemar batu yang ada di Kalbar, dengan beragam batu khas Kalbar yang sangat indah dan menawan. Batu khas Kalbar tidak kalah dengan batu batu dari daerah lain,” kata Ketua Dekranasda Kalbar, Frederika Cornelis, Selasa (24/03).

Kegiatan pameran tersebut merupakan rangkaian acara dalam memeriahkan HUT ke-35 Dekranasda dan HUT ke-51 Bank Kalbar.

Pameran tersebut bertujuan untuk mengadeng para perajin batu kecubung dan lainnya untuk lebih mengenalkan batu khas Kalbar ke penjuru Nusantara.

Dekranasda sesuai dengan tugasnya adalah memfasilitasi perajin, membina serta mempromosikan perajin, salah satunya pengrajin batu kecubung, aksesoris, dan penggemar batu akik atau permata di Kalbar. (Ahmad Saufi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.