Rabu, 24 April 19

Pesisir Selatan Raih Hasil UN Terbaik se-Sumbar

Pesisir Selatan Raih Hasil UN Terbaik se-Sumbar
* Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno

Bukittinggi, Obsessionnews – Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar), tahun 2015 berhasil menyalip Kota Bukittinggi sebagai peringkat pertama terbaik hasil Ujian Nasional (UN) Sekolah Menengah Atas (SMA) se-Sumbar. Tahun 2014 lalu Bukittinggi memuncaki peringkat pertama terbaik hasil UN SMA.

“Untuk tingkat SMA/MA, kabupaten/kota yang meraih peringkat pertama adalah Kabupaten Pesisir Selatan, peringkat ledua Kota Bukittinggi dan peringkat ketiga Kota Payakumbuh,” kata Gubernur Sumbar Irwan Prayitno saat penutupan Bimbingan Teknis (Bimtek) Review Rencana Program Kerja Sekolah SMA se-Sumbar di Bukittinggi Kamis (14/5).

Sementara itu, hasil UN terbaik untuk SMK diraih Bukittinggi dan selanjutnya peringkat kedua Kota Padang serta Peringkat ketiga Kota Padang Panjang.

Irwan berharap, peringkat hasil UN yang dicapai masing-masing kabupaten kota dijadikan sebagai tolak ukur untuk meningkatkan kualitas pendidikan ke depan.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sumbar Syamsurizal mengatakan, hasil UN sudah dibagikan ke masing-masing kabupaten dan kota.

” Rabu (13/5), kita sudah membagikan hasil UN SMA ke setiap daerah,” katanya.

Ia menambahkan, hasil UN tahun 2015 ini lebih bagus daripada hasil UN tahun 2014.

“Memang UN bukan penentu suatu kelulusan siswa, namun hasil UN akan berguna untuk variable mengikuti test Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) dan ujian masuk perguruan tinggi lainnya,” ucapnya.

Pengumuman kelulusan siswa SMA sederajat akan dilakukan pada Jumat (15/5) di sekolah masing-masing. Ia berharap pada saat pengumuman hasil UN, tidak ada siswa yang melakukan aksi coret-coret baju seragam. Aksi konvoi di jalan raya juga diharapkan tidak dilakukan oleh siswa setelah hasil UN mereka keluar.

“Kita sudah berbicara kepada kepala dinas pendidikan kabupaten/ kota untuk melarang para siswa melakukan aksi coret-coret baju, Aksi konvoi di jalan raya, aksi buka baju, karena itu merupakan kebiasaan yang harus dihilangkan,” ujar Syamsurizal. (Musthafa Ritonga)

Related posts

1 Comment

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.