Jumat, 2 Desember 22

Peserta SPN Dianjurkan Dukung NawaCita

Peserta SPN Dianjurkan Dukung NawaCita

Jakarta, Obsessionnews – Program pembangunan nasional disusun dalam sistem Prencanaan Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Nasional, yang dicanangkan selama 20 tahun dengan dibagi lima kali pembahasan disebut Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM) Nasional.

RPJP dicanangkan 2005-2025, saat ini sudah memasuki tahun ketiga RPJMN periode 2015-2020. Pesertanya dihadiri oleh kaula pemuda dari sabang sampai merauke. Hal ini dianggap perlu oleh  Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) dalam melibatkan pemuda menyusun, merencanakan, pembangunan setiap lima tahun kedepan yang dikemas dalam kegiatan Studi Pembangunan Nasional (SPN).

Kegiatan SPN dihadiri sebanyak 230 orang terdiri dari perwakilan Lembaga Organisasi Kepemudaan (OKP) tiap provinsi dan nasional untuk membicarakan pembangunan nasional satu periode (2015-2020). Deputi Bidang Pemberdayaan  Pemuda Yuni Poerwanti mengaku baru kali ini mengikuti SPN, sebelumnya sudah dua kali diadakan yaitu 2005 dan 2010.

“Kalau saya baru kali ini mengikuti SPN, semoga ini dapat bermanfaat. Memang sebelumnya itu sudah dilakukan 2005 dan 2010 yang lalu, sekarang 2015 ini kita akan berbicara arah pembangunan Indonesia berdasararkan nawacita Jokowi,” ungkapnya saat membuka acara SPN, di Hotel Paninsula, Jakarta Barat, Selasa (18/8/2015).

Pemuda Kepemnpora

Dalam sambutannya di hadapan pemuda, Yuni mengatakan pemuda bagian tongkat estaved kepemimpinan bangsa. Maka dalam mendorong pembangunan berdaya saing global perlu partisipasi pemuda. Sebab menurutnya pelibatan pemuda dalam mendorong pembangunan nasional selama ini belum maksimal.

“Pemberdayaan pemuda dalam bidang maritim dan kelautan serta penguatan ekonomi masih kurang. Sudah saatnya pemuda mempersiapkan diri dalam menghadapi tantangan global apalagi bonus demografi, maka kehadiran kalian disini diharapkan dapat memberikan solusi pembangunan Indonesia kompetitif dan berdaya saing,” pungkasnya.

Ia pun menjelaskan maksud dan tujuan RPJP yang tertuang dalam RPJM tiap periaode . RPJM 1 (2005-2010) menata kembali dari segala pembangunan untuk menciptakan suasana aman, damai, demokratis menuju masyarakat Indonesia sejahtera. RPJM 2 (2010-2015), ditujukan memantapkan kembali dari segala bidang dengan meningkatakan SDM, Iptek, Penguatan daya saing perekonomian.

RPJM 3 (2015-2020) ditujukan lebih memantapkan pembangunan secara menyeluruh disemua bidang. RPJM 4 (2020-2025) mewujudlan masyarakat mandiri maju dan makmur melalui percepatan pembangunan untuk menciptakan perekonomian yang berkualitas dan berdaya saing.

Yuni - Kemenpora2

Menurutnya, dulu studi pembangunan Nasional sebagai ruang pemuda untuk mengkritisi Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN). Sampai sekarang SPN masih ada tapi katanya bukan sebagai ruang membedah kebijakan namun lebih kepada memberikan masukan terhadap arah kebijakan pembangunan pemerintah yang tertuang dalam nawa cita.

“Memasuki tahap ketiga RPJMN 2015-2020 lebih kita menyamakan presepsi, membedah tidak bisa, sebab kalau membedah harus ada waktu selama satu minggu dengan waktu yang padat. Jadi kita tidak perlu banyak mengkritik persoalan yang lalu namun lebih memberikan solusi untuk peningkatan pembangunan kedepan,” tegasnya.

Yuni juga mengatakan RPJMN wajib diikuti oleh pemuda dalam meningkatkan pembangunan daerah sesuai amanah UU Nomor 17 Tahun 2007, serta UU Nomor 40 tentang pemuda. Dalam ruangan itu Yuni mengajak pemuda untuk mendukung nawa cita.

“Kita harus mendukung trisakti, dan nawacita, harus kita dukung, yang akan menuju Indonesia lebih baik. Kami mengajak bukan mengkritis selama 20 tahun ini, tapi untuk membuat masukan-masukan untuk bisa dimasukan RPJM ke-4, supaya memiliki masukan yang mendukung pembangunan Indonesia selama 15 tahun ke depan,” paparnya.

pemuda-5

Yuni juga memprediksi Indonesia 2020 akan memilki peluang dalam menghadapi bonus demografi dibandingkan negara Cina. “Ketika kita sudah masuk bonus demografi saya yakin Indonesia akan menang, karena Indonesia memilki banyak pemuda, dan saingan Indonesia itu adalah Cina. Sekarang Cina sudah ada pembatasan, sedangkan Indonesia masih banyak yang memiliki anak tujuh, delapan bahkan Sembilan orang. Saya pikir ini investasi bonus demografi,” tuturnya.

Menurut Yuni mencerdaskan Pemuda Kemenpora harus mengimbangi prestasi olah raga nasional. Meskipun pendanaan pemuda tahun 2013 dibanding tahun 2015 mengalami penurunan. Dimana hitungan pemberdayaan olah raga 15 rupiah turun menjadi 11 rupiah, dan pemberdayaan pemuda hanya 9 rupiah dari jumlah kapita penduduk Indonesia. Yuni menilai jumlah demikian tidak bisa memberdayakan pemuda sacara merata, namun kata Yuni Kemenpora memilki strategi agar Pemuda tetap semangat dan berpartisi dalam pembangunan nasional.

“Memang ini agak bermasalah dukungan atau manajemen, jumlah itu hampir tidak bisa merata. Melalui dukungan sedikit ini kami akan melihat siapa yang mampu membuat laskar kepemudaan, dimana organisasinya besar di daerah, provinsi maupun nasional akan mendapat dukungan lebih tinggi. Misalnya ada organisasi a,b,c,d, dan seterusnya, kemudian ada a lebih banyak dukungannya dibanding yang lain maka a akan mendapat dukungan yang lebih tinggi dibanding yang lain. sehingga kita bisa melakukan aksi nasional yang prioritas. Semoga ini bisa direalisasikan tidak hanya mengkritik tapi memberi solusi yang mendukung demi kemajuan bangsa,” harapnya.

pemuda-4

Kegiatan SPN ini berlangsung selama tiga hari 18-20 Agustus 2015, dengan peserta utusan resmi dari organisasi kepemudaan tingkat pusat, KNPI tingkat Provinsi dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Setiap Provinsi mengutus dua orang, 1 orang dari BEM, 1 orang KNPI Provinsi, dengan syarat mengajukan makalah. Sedangkan Asisten Deputi Organisasi Kepemudaan (Asdep) Mandir  Ahmad Syafii menegaskan kembali organisasi yang dualisme tidak dilibatkan, seperti organisasi Kalimantan Timur. “Organisasi yang dualisme kami tidak libatkan dalam kegiatan-kegiatan Kemenpora,” tegasnya.

Pemateri dalam kegiatan SPN selama kurang lebih tiga hari diisi oleh, Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda, Yuni Poerwanti, Asdep organisasi kepemudaan, Mandir Ahmad Syafii, Hamzah Palaloi, SESMEN Kemenpora RI Alfitra Salam, APU Kepala Bapenas RI, Ketua Komisi XI DPR RI Teuku Riefky Harsya, Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga Bambang Trijoko, dan Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Sakhyan Asmara Muslim. (Asma)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.