Jumat, 17 September 21

Peserta Kongres Partai Demokrat Demam Akik

Peserta Kongres Partai Demokrat Demam Akik
* Peserta Kongres IV Partai Demokrat melihat cincin akik di depan hotel Shangrila, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (13/5/2015). (Foto: Adi/obsessionnews.com)

Surabaya, Obsessionnews – Pelaksanaan Kongres IV Partai Demokrat di Hotel Shangrila Surabaya, Jawa Timur, 11-13 Mei 2015, membawa berkah tersendiri bagi pedagang cincin akik. Mereka kebanjiran rejeki pada hari terakhir kongres, Rabu (13/5), karena sebagian peserta kongres demam cincin akik. Dalam acara kongres kali ini, pedagang akik mengaku dapat menjual 10 hingga 13 cincin akik perharinya. (Baca: Jelang Kongres, Partai Demokrat Birukan Surabaya)

Akik yang dijual beragam jenisnya, mulai dari jenis bacan, blue sappire, cubung super, hingga panca warna. Akik tersebut dijual berdasarkan jenis dan ukuran batu akiknya. (Baca: Kreasi Meningkatkan Potensi Batu Akik)

“Kalau akik jenis bacan harganya Rp 400 ribu. Akik tersebut asli, bisa dibuktikan dengan disenter,” kata salah satu penjual akik, Suherman, kepada obsessionnews.com, Rabu (13/5).

Dalam sehari Suherman mampu menjual 10 cincin akik dan membawa pulang untung Rp 1,5 juta. Peserta kongres banyak meminati akik pada hari terakhir kongres (Rabu,red), daripada hari pertama dan kedua (Senin dan Selasa, red).

“Mungkin peserta masih fokus ke dalam kongres. Namun hari terakhir ini lumayan banyak yang demam akik,” ujarnya.

Sementara salah satu peserta kongres, Hanafi, mengakui jika dirinya suka dengan cincin akik. Hanafi cenderung suka pada akik jenis bacan merah. Ia harus jeli memilih akik karena dikhawatirkan ada yang palsu.

Terkait harga, Hanafi menilai harga yang ditawarkan sedikit mahal, jika dibandingkan tempat akik lainnya diluar Hotel Shangrila.

“Maklum di sini (Shangrila) mungkin kena pajak, sehingga harga selisih dengan lainnya,” paparnya.

Meski harganya sedikit mahal, Hanafi rela merogoh koceknya untuk memenuhi hobinya tersebut. Hanafi sendiri sudah banyak mempunyai koleksi akik berbagai jenis dan ukurannya.

“Namanya hobi, mas, mahal sedikit kami beli,” paparnya.

Tak hanya itu saja, di depan hotel juga banyak penjual baju dan jas Partai Demokrat. Jas partai berlambang mercy tersebut dijual mulai harga Rp 125 ribu hingga Rp 200 ribu. Hanya saja jas Partai Demokrat ini ramai diburu pada hari pertama atau sebelum pembukaan kongres. Peserta membeli jas karena lupa membawa jas, atau sudah waktunya ganti.

Bagi peserta kongres yang mengalami kecapekan, di sekitar pedagang kaki lima (PKL) tersebut terdapat pijat tradisional dari Madura. Pijat ini menggunakan metode cop (alat hisap mekanis). Bagian tubuh yang dianggap dapat menghilangkan capek dan masuk angin dapat dicop. Pemijat menawarkan harga Rp 30 ribu untuk sekali pijat.

“Metode ini sudah teruji dapat menghilangkan capek, masuk angin, dan merilekskan otot-otot yang tegang. Bagian tubuh akan membekas setelah dicop,” terang Munawar, pemijat tradisional. (Adi)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.