Senin, 23 September 19

Pesantren dan Penguatan Nilai Pancasila

Pesantren dan Penguatan Nilai Pancasila
* Pengamat politik dari President University Muhammad AS Hikam saat menjadi pembicara di Seminar Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Ponpes Salafiyah Kholidiyah, Plumpang, Tuban, Jawa Timur, 20 Juli 2019..

Oleh: Muhammad AS Hikam, Pengamat Politik dari President University 

 

Sejarah perkembangan pondok pesantren (ponpes), khususnya yang berada dalam lingkungan jam’iyyah (organisasi) Nahdlatul Ulama (NU), tak terpisahkan dari dinamika berbangsa dan bernegara di Indonesia. Ketika bangsa kita belum muncul sebagai komunitas politik dan negara-bangsa (nation) bernama Indonesia pun belum dibentuk, perjuangan ponpes dalam ikut mencapai kedua tujuan tersebut telah ada dan diakui.

Ketika bangsa dan NKRI telah terbentuk, serta harus menghadapi dan mengalami ujian terhadap eksistensinya, ponpes juga menjadi bagian integral dalam perjuangan tersebut.

Pada saat ini ketika NKRI sedang menghadapi ancaman dari maraknya ideologi radikalisme transnasional, seperti Khilafahisme, lagi-lagi ponpes merasa terpanggil untuk berada di bagian paling depan untuk membendung perkembangannya serta menanggulanginya bersama komponen-komponen lain pecinta NKRI.

Pemerintahan Presiden Jokowi  (PJ) telah bertindak sangat tepat dengan memutuskan membentuk Badan Pengembangan Ideologi Pancasila (BPIP). Pembentukan lembaga tersebut antara lain ditujukan untuk keperluan membentengi Republik Indonesia dari ancaman ideologis tersebut. Karenanya ponpes secara otomatis harus membantu usaha Pemerintah  yang strategis tersebut dengan segala kemampuan dan sumberdaya yang dimilikinya.

Pada kesempatan Seminar Kebangsaan yang diselenggarakan oleh Ponpes Salafiyah Kholidiyah, Plumpang, Tuban, Jawa Timur 20 Juli 2019, saya menyatakan:

“… pondok pesantren harus membantu BPIP memperkuat ideologi Pancasila (melalui kerjasama dengan) kalangan pesantren. Hal ini mengingat bahwa nilai-nilai Pancasila dan semangat NKRI sesungguhnya sudah jauh lebih lama hidup di pesantren.”

Sekecil apapun ukurannya dan di mana pun sebuah ponpes di kalangan NU berada, ia pasti memiliki keyakinan sebagai pilar penjaga NKRI, Pancasila, dan UUD 1945. Hal itu merupakan refleksi dari pandangan dunia (life world) ponpes NU yang bisa dirunut sejak lama dan bisa dibuktikan dalam kiprah perjuangan sepanjang sejarah Indonesia. Fakta bahwa para ulama yang berbasis ponpes adalah juga merupakan bagian utama dari para pendiri (founders) NKRI adalah saksi sejarah yang tak dapat diingkari siapa pun.

Ponpes dan Indonesia adalah satu jiwa. Keberadaan dan sinergi antara keduanya adalah manunggal, tak terpisahkan hingga akhir masa. Insya Allah. (*)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.