Minggu, 12 Juli 20

Peruri Raih Laba Bersih Konsolidasian Triwulan III 2019 Rp 266,72 Miliar

Peruri Raih Laba Bersih Konsolidasian Triwulan III 2019 Rp 266,72 Miliar
* Kantor Peruri. (Foto: dok manajemen)

Jakarta, Obsessionnews.com – Sepanjang Triwulan III 2019, Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) menunjukkan kinerja keuangan yang positif. Peruri berhasil mencatatkan pendapatan usahakonsolidasian sebesar Rp 2,950 triliun atau naik 52,80 persen dibandingkan periode yang sama pada 2018 yang mencapai Rp 1,931 triliun.

Angka ini jika dibandingkan dengan target RKAP sampai dengan September 2019 tercapai 97,89 persen. Laba usaha konsolidasian tercatat Rp423,8 miliar atau naik 175,3 persen dibandingkan periode yang sama pada 2018 yang mencapai Rp 153,9 miliar.

Proses pencentakan uang Peruri. (Foto: dok manajemen)

Jika dibandingkan dengan target RKAP sampai dengan September 2019 tercapai 118,1 persen. Laba bersihkonsolidasian tercatat sebesar Rp266,7 miliar atau naik 251,6 persen dibandingkan periode yang sama pada 2018 sebesar Rp 75,9 miliar. Jika dibandingkan dengan target RKAP sampai dengan September 2019 tercapai 135,8 persen.

EBITDA (Earnings Before Interest, Taxes, Depreciation and Amortization) konsolidasian sebesar Rp 681,5 miliar atau naik 90,9 persen dibandingkan periode yang sama pada 2018 mencapai Rp356,9 miliar. Jika dibandingkan dengan target RKAP sampai dengan September 2019 tercapai 107,6 persen.

Total asetkonsolidasian Peruri pada Triwulan III 2019 tercatat sebesar Rp 5,55 triliun atau naik 8,12 persen jika dibandingkan periode yang sama pada 2018 yang mencapai Rp 5,13 triliun. Jika dibandingkan dengan RKAP 2019 tercapai 101,6 persen.

“Hasil produksi pencetakan uang NKRI/Rupiah masih menyumbang kontribusi paling banyak bagi pendapatan usaha Peruri. Pendapatan usaha sampai dengan September 2019 dikontribusi oleh penyerahan hasil cetak uang kertas sebesar Rp 1,99 triliun atau mencapai 67,45 persen dari total pendapatan usaha konsolidasian sampai dengan September 2019yang mencapai Rp 2,95 triliun. Pendapatan usaha dari pencetakan produk PP 6 non uang sebesar Rp 524,56 miliar, produk domestik sebesar Rp 20,71 miliar, produk internasional & logam non uang sebesar Rp 34,61 miliar dan pelayanan digital sekuriti sebesar Rp 327 juta.” ujar Dwina Septiani Wijaya, Direktur Utama Peruri dalam siaran pers, Rabu (6/11/2019).

Transformasi Peruri ke Dalam Bisnis Digital

Ke depan, dalam rangka mengantisipasi perkembangan teknologi digital, langkah-langkah yang dilakukan Peruri adalah dengan cara memperkuat bisnis utama yaitu pencetakan uang rupiah dan dokumen sekuriti milik negara lainnya serta mengembangkan bisnis baru (new wave business) di bidang digital security. Saat ini Peruri telah melakukan transformasi bisnis ke arah digital melalui 3 (tiga) produk unggulannya yaitu Peruri Code, Peruri Sign dan Peruri Trust yang telah resmi diluncurkan September lalu.

“Kami sangat yakin bahwa bisnis sekuriti digital akan menjadi salah satu pilar utama bisnis Peruri ke depan. Bahkan pada 2020, proyeksi pendapatan dari produk digital adalah sebesar Rp 1,032 triliun. Tahun ini kami sudah banyak melakukan penjajakan bisnis melalui penandatanganan Nota Kesepahaman/MoU dengan beberapa instansi seperti industri fintech, perbankan, multifinance, FMCG, farmasi dan industri lainnya,” tambah Dwina. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.