Rabu, 25 Mei 22

PERURI Goes to Campus: Talkshow & Bedah Buku di Undip

PERURI Goes to Campus: Talkshow & Bedah Buku di Undip

Semarang – Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik lndonesia (PERURI) bekerjasama dengan Universitas Diponegoro (Undip) menyelenggarakan acara Talkshow dan Bedah Buku dalam rangka affira Peruri Goes to Campus yang digelar di Gedung ICT Centre, Kampus Undip Tembalang, Semarang, Senin (24/10/2016).

Acara yang merupakan bagian dari rangkaian acara Dies Natalis Undip Ke-59 sebagai wujud sinergi antara BUMN dan perguruan tinggi dihadiri oleh Jaksa Agung Muda Bidang Pengawasan (Jamwas) Prof Dr Widyo Pramono SH MHum yang bertindak sebagai keynote speech dan Rektor Undip Prof. Dr. Yos Johan Utama, SH, M.Hum.

Buku yang menjadi topik pembicaraan dalam affira ini adalah 3 (tiga) buku karya Direktur Utama Peruri, Prasetio yang berjudul (1) Dilema BUMN, (2) lt Goes Without Saying dan (3) Out of Comfort Zone. Selain itu, juga dibedah 1 (satu) buku karya Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Undip, Prof. Dr. dr Anies, M. Kes, PKK yang berjudul “Ensiklopedia Penyakit”.

peruri-bedah-buku-di-undip-2

Bertindak sebagai pembedah buku adalah para civitas academica Undip yaitu: Prof. FX. Joko Priyono SH MHum (bidang hukum), Firmansyah, SE, PHd (bidang ekonomi), Dr. Darminto SH LLM (bidang bisnis) dan Triyanto Triwikromo (bidang kesehatan masyarakat).

“Acara ini merupakan salah satu bentuk sosialisasi Peruri untuk memped<enalkan new corporate identity Peruri khususnya kepada generasi muda para mahasiswa sekaligus sebagai wujud nyata kontribusi Peruri terhadap dunia pendidikan dalam bentuk sharing knowledge”, kata Prasetio.

Hal ini menjadi bukti bahwa Peruri merupakan institusi yang terbuka dan peduli terhadap kualitas pendidikan masyarakat lndonesia demi kemajuan bersama.

Diharapkan melalui bedah buku ini, para peserta dapat memperoleh gambaran mengenai praktik-praktik pengelolaan bisnis dan korporasi khususnya BUMN.

peruri-bedah-buku-di-undip-1

Jamwas Prof Dr Widyo Pramono SH MHum dalam keynote speech nya mengatakan bahwa akhir-akhir ini terdapat kegelisahan dari kalangan pengurus BUMN karena danyta permasalahan hukum yang menimpa beberapa Direksi BUMN. Hal itu dikarenakan para Direksi BUMN sering dihadapkan pada situasi yang dilematis dalam mengambil kebijakan atau investasi guna mencapai pendapatan dan pertumbuhan perusahaan, yang membawa risiko bisnis dan risiko hukum, sehingga menimbulkan kebimbangan dalam pengambilan keputusan.

“Dalam prinsip business judgement rule, pedindungan terhadap direksi hanya dapat diberikan jika direksi dapat membuktikan dengan fakta bahwa tindakannya rasional dalam rangka tujuan bisnis, serta patuh terhadap ketentuan perundangan yang berlaku,” tuturnya.

Oleh karena itu, jelas dia, segala kebijakan yang akan dilakukan oleh Direksi BUMN sepatutnya memperhatikan etika bisnis, anggaran dasar, peraturan perundangan serta melaksanakan prinsip profesionalisme, efisiensi, transparansi, kemandirian, akuntabilitas, pertang g ung jawaban, serta kewajaran. (Iwan)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.