Minggu, 23 Januari 22

PERURI Bertransformasi Menjawab Tantangan

PERURI Bertransformasi Menjawab Tantangan
* Dirut PERURI, Prasetio, bersama Deputi Bidang Usaha Pertambangan, Industri Strategis dan Media Kemen BUMN, Fajar Harry Sampurno, dan Dewan Pengawas PERURI, Suwandi, saat peluncuran logo baru PERURI.

Obsessionnews – Di usianya yang semakin matang, semangat untuk tetap leading sebagai BUMN pencetak uang dan surat berharga tetap membara. Begitulah kiprah Perusahaan Umum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) yang saat ini terus bertransformasi untuk menghadapi tantangan bisnis yang kian dinamis.

Pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) yang akan dimulai pada 2015 tidak boleh dianggap remeh. Segenap pimpinan dan staf Peruri sudah memahami itu dan siap memasuki sebuah era yang bertujuan untuk menciptakan ASEAN sebagai sebuah pasar tunggal dan kesatuan basis produksi. Kesiapan Peruri tersebut tak lepas dari upaya transformasi yang terus menerus dilakukan oleh Perusahaan negara ini. Karena itu, bagi Peruri MEA merupakan momentum tepat untuk menggenjot transformasi holistik di segala bidang.

Dengan terus berubahnya lingkungan bisnis, Direktur Utama Peruri, Prasetio mencanangkan program transformasi perusahaan. Transformasi ini kemudian dibagi ke dalam empat tahapan, yaitu transformasi sumber daya manusia (SDM), bisnis, struktur dan sistem serta kultur atau budaya. Transformasi perusahaan dipandang sangat penting untuk menggugah dan mengajak karyawan segera berubah dari comfort zone menuju ke dynamic zone yang lebih kompetitif.

Transformasi SDM jadi pilihan utama untuk dijalankan. Alasannya sederhana, jika kualitas SDM baik secara skill, kompetensi maupun semangatnya, maka transformasi lainnya akan berjalan dengan baik pula. Sejauh ini skill dan kompetensi SDM cukup memadai untuk menjalankan bisnis security printing. Tetapi menyongsong berlakunya Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), kompetensi “cukup” saja tentunya masih kurang.

Langkah berikutnya adalah transformasi bisnis. Empat pilar business roadmap dan lima inisiatif strategi jadi fokus manajemen. Empat Pilar itu terdiri dari pengembangan core business berupa pertama, portofolio uang, kedua non uang (pita cukai, paspor, buku tanah, meterai dan dokumen sekuriti lainnya) yang mampu mengadaptasi berbagai perkembangan fitur sekuriti, ketiga tren teknologi yang sesuai kebutuhan pelanggan, keempat pengembangan digital business dan non core dalam bentuk optimalisasi aset properti agar produktif. Empat Pilar itu dilengkapi dengan lima Inisiatif Strategi, yaitu pengembangan core business, new wave, non core yang didukung oleh pengelolaan dengan didasarkan kepada prinsip-prinsip Compliance and Good Corporate Governance (GCG) serta transformasi perusahaan Berkelanjutan.

Selain dari segi bisnis, transformasi dikembangkan kepada struktur dan system yang sesuai dengan SDM dan bisnis. Manajemen Peruri sangat menyadari bahwa penataan struktur dan sistem merupakan poin penting untuk dilaksanakan karena itu akan menjadi bagian tidak terpisahkan dari berjalannya fungsi compliance dan GCG. Pada akhirnya, struktur dan sistem yang baik maka terbentuk pula kultur yang baik.

Transformasi lain yang dilakukan oleh Peruri adalah meluncurkan identitas baru, yaitu pembaruan brand dan logo. Peruri tidak lagi menjadi kata singkatan, melainkan sebuah brand tersendiri. Mendampingi hal tersebut, Peruri juga menyegarkan wajah baru pada logo. Tampilan baru Peruri berwujud retina/iris dan lebih dikenal sebagai selaput pelangi yang terdapat pada mata manusia. Retina merupakan simbol dari smart security dan digitalisasi sistem yang mengandung makna smart integration security system.

Menyambut era Integrated Smart Security, Peruri turut berinovasi dari segi printing security guna menyediakan layanan keamanan pintar yang terintegrasi. Di area digital security, melalui anak usahanya yaitu Peruri Digital Security, Peruri menyediakan solusi, antara lain Certificate Authentication dan Smart Card.

Sambung Prasetio, “Kami berharap menjadi perusahaan yang mampu mendorong perekonomian Indonesia dan menyertai berbagai perkembangan bangsa di masa depan. Jauh lebih besar lagi, kami ingin menjadi salah satu perusahaan terkemuka di kancah internasional.”

 

Performa Meningkat, Laba Menguat

Kiprah Peruri yang terus berbenah dengan melakukan transformasi pada gilirannya mencatatkan keberhasilan yang gemilang. Tengok saja pembukuan pada tahun buku 2015, perusahaan ini mencatatkan pendapatan usaha sebesar Rp 3,02 triliun, naik 31 persen dibandingkan dengan tahun buku 2014 sebesar Rp 2,31 triliun. Jika dibandingkan dengan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2015, pendapatan usaha mencapai 102,83 persen dari target Rp 2,938 triliun.

Selain itu, pencapaian Produksi uang kertas sebesar 9,3 milyar bilyet mencapai 100 persen dari target RKAP, naik 31 persen jika dibandingkan dengan pencapaian tahun sebelumnya sebesar 7,1 milyar bilyet. Sementara di sisi lain, produksi uang logam sebesar 1,6 milyar keping, mencapai 100 persen dari target RKAP, turun 18 persen jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebesar 1,9 milyar keping.

Sedangkan produksi pita cukai mencapai 180 juta lembar, naik 3,8 persen jika dibandingkan 2014 yang mencapai 173 juta lembar. Produksi paspor dan buku sebesar 4,7 juta buku, turun 20,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 5,9 juta buku. Kemudian di sektor produksi meterai mencapai 738 juta keping, naik 12,7 persen jika dibandingkan 2014 sebesar 655 juta keping. Untuk produksi sertifikat tanah sebesar 5 juta keping, naik 25 persen jika dibandingkan pencapaian tahun lalu mencapai 4 juta keping.

Dengan demikian, secara keseluruhan komposisi pendapatan tahun buku 2015 dikontribusi oleh produksi uang sebesar 69 persen dan produksi non uang sebesar 31 persen.

“Laba usaha kami mencapai Rp 476 milyar, naik sebesar 89,3 persen dibandingkan tahun lalu sebesar Rp 251 milyar. Jika dibandingkan RKAP 2015, laba usaha mencapai 106 persen dari target Rp 448 milyar. Laba bersih Peruri sebesar 324 milyar, naik 3,01 persen jika dibandingkan 2014 mencapai Rp 315 milyar. Jika dibandingkan dengan RKAP mencapai 118 persen dari target 275 milyar,” ujar Pras.

Sehingga total aset perusahaan mencapai Rp 3,87 triliun, naik 18,39 persen jika dibandingkan dengan 2014 sebesar Rp 3,27 triliun.

(Naskah: Sahrudi/Men’s Obsession)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.