Rabu, 28 Oktober 20

Perundingan PTA Indonesia-Tunisia Resmi Dimulai

Perundingan PTA Indonesia-Tunisia Resmi Dimulai
* Menteri Perdagangan RI Enggartiasto Lukita memulai perundingan Perjanjian PTA di Tunis, Tunisia, Senin (25/6/2018). (Dok: Twitter @Kemendag)

Jakarta, Obsessionnews.com – Menteri Perdagangan (Mendag) RI Enggartiasto Lukita dan Menteri Perdagangan Tunisia Omar Behi resmi memulai perundingan Perjanjian Perdagangan Preferensial (Preferential Trade Agreement/PTA) di Tunis, Tunisia, Senin (25/6/2018).

“Indonesia dan Tunisia sepakat memulai perundingan PTA untuk meningkatkan perdagangan kedua negara. Kerja sama PTA diyakini akan mengurangi hambatan tarif sehingga dapat mendorong peningkatan hubungan perdagangan,” jelas Mendag saat berada di Tunis, Selasa (26/6).

Dalam keterangan tertulis yang diterima Obsessionnews.com, Kamis (28/6) disebutkan, bahwa Mendag menganggap PTA paling cocok untuk meningkatkan perdagangan kedua negara yang masih belum optimal.

Presiden Joko Widodo juga memberi perhatian khusus kepada benua Afrika, termasuk wilayah Maghribi yang selama ini belum digarap secara maksimal. Salah satunya adalah dengan menurunkan bea masuk agar perdagangan dan investasi semakin menggeliat.

Dengan Uni Eropa, Tunisia telah menandatangani perjanjian perdagangan bebas (Free Trade Agreement) sejak tahun 2008, sehingga tarif bea masuk dari Tunisia ke Eropa menjadi 0%.

“Selama ini, tarif bea masuk produk Indonesia ke Tunisa masih relatif tinggi, padahal produk-produk Indonesia cukup kompetitif di pasar Tunisia. Rata-rata tarif bea masuk Tunisia sebesar 9,3%, sedangkan Indonesia adalah 5,3%,” tuturnya..

Menurut Mendag, Tunisia juga dapat menjadi hub bagi Indonesia untuk masuk ke pasar sejumlah negara di Afrika dan juga Eropa. Hal ini dapat dimanfaatkan Indonesia untuk mengekspor produknya ke Eropa melalui Tunisia, sehingga membuat produk Indonesia menjadi semakin lebih kompetitif. Sementara, Tunisia dapat memanfaatkan potensi Indonesia sebagai pintu gerbang menuju pasar yang lebih luas, khususnya ASEAN.

“Diharapkan perundingan PTA dapat segera diselesaikan tahun ini agar dapat segera dimanfaatkan oleh para pelaku usaha kedua negara,” jelas Mendag.

Mendag juga melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan Tunisia Omar Behi; Menteri Industri dan UKM Slim El Feriyani, Menteri Luar Negeri Khemaies Jhinaoui, serta Menteri Pengembangan, Investasi, dan Kerja Sama Internasional Zied Ladhari, Presiden Konfederasi Industri, Perdagangan, dan Kerajinan Tangan Tunisia (UTICA) Samir Majoul.

Mendag menyampaikan, total perdagangan kedua negara pada tahun 2017 hanya USD 88 juta. Ini sangat relevan bagi kedua negara. Investasi Indonesia di Tunisia bernilai sekitar USD 114 juta di sektor migas, sementara investasi Tunisia di Indonesia masih belum tercatat secara signifikan.

Mendag juga meminta agar Tunisia menghadiri Trade Expo Indonesia (TEI) ke-33 pada 24-28 Oktober 2018. “TEI merupakan salah satu pameran dagang terbesar di ASEAN. Tidak hanya barang, TEI juga akan memamerkan potensi Indonesia di sektor jasa dan investasi,” kata Mendag.

 

Perdagangan Indonesia-Tunisia

Pada tahun 2017, tercatat ekspor produk nonmigas Indonesia ke Tunisia sebesar USD 55,19 juta. Sedangkan impor produk nonmigas dari Tunisia pada tahun yang sama mencapai USD 32,77 juta. Untuk itu, Indonesia mencatat surplus perdagangan dengan Tunisia sebesar USD 22,42 juta.

Produk ekspor utama Indonesia ke Tunisia antara lain minyak kelapa sawit dan turunannya (58,27%); minyak kelapa dan turunannya/kopra (5,3%); palm kernel (10,57%); benang filamen sitetis (2,42%); serat benang sintetis (2,75%); lysine (3,34%). Sedangkan impor Indonesia dari Tunisia antara lain kurma (59,47%); calcium hydrogenorthophosphate (5,63%); calcium phosphates (9,83%); electrical switches (7,17%); serta kulit domba (2,51%). (Popi)

 

Baca juga:

Indonesia Akan Proses PTA Bersama Mozambik, Tunisia, dan Maroko

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.