Minggu, 26 Juni 22

Pertumbuhan Laba BNI Capai 34,3 Persen

Pertumbuhan Laba BNI Capai 34,3 Persen

Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo saat konferensi pers BNI (foto Ali).

Ali
Jakarta
-Di tengah upaya stabilisasi mata uang dan neraca perdagangan Indonesia yang mendapatkan tantangan, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI mampu mencatatkan pertumbuhan laba bersih sebesar 34,3%. Laba bersih meningkat dari Rp 1,54 triliun pada kuartal I 2012 menjadi Rp 2,07 triliun pada kuartal I 2013.

“Pendapatan operasional kami yang tumbuh 25,7% yang merupakan hasil dari perbaikan kinerja, terutama dalam meningkatkan efisiensi dan menjaga kualitas kredit serta peningkatan pada sisi fee based income,” ujar Direktur Utama BNI Gatot M Suwondo di Jakarta, Jumat (26/4/2013) saat menyampaikan Laporan Kinerja Keuangan BNI untuk kuartal I 2013.

Peningkatan pendapatan operasional BNI bersumber dari pertumbuhan pendapatan bunga bersih (net interest income) yang melonjak 22,7%. Tumbuhnya pendapatan bunga bersih yang cukup tinggi ini disebabkan BNI mampu memangkas biaya pendanaan (cost of fund) dari 3,2% pada kartal I tahun 2012 turun menjadi 2,3% pada periode yang sama   tahun ini.

Loan to Deposit Ratio (LDR) meningkat dari 74,4% pada kuartal I 2012 menjadi   82,6% pada kuartal I 2013 menunjukkan fungsi BNI sebagai intermediary semakin baik dan sebagai hasil ekspansi kredit BNI yang fokus pada 8 sektor unggulan.

Dana Pihak Ketiga meningkat cukup baik atau naik 21,3%. DPK yang dihimpun BNI pada akhir kuartal I 2013 mencapai Rp 242,93 triliun, naik dari sebelumnya Rp 220,87 triliun pada kuartal I 2012. “Kami fokus pada peningkatan dana murah (CASA), dimana CASA naik 22,1 % atau Rp 29,22 triliun dibanding periode yang sama tahun sebelumnya,” tambah Gatot M Suwondo. Hal ini menjadikan komposisi CASA terhadap total DPK pun meningkat dari 60,0% pada kuartal I 2012 menjadi 66,5% terhadap DPK pada kuartal I 2013.(rud)

 

 

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.