Kamis, 22 Oktober 20

Pertumbuhan Ekonomi Tak Lepas dari Peran KUR

Pertumbuhan Ekonomi Tak Lepas dari Peran KUR
* Kredit perbankan yang disalurkan kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menegah (UMKM) per Desember 2016 juga tumbuh 8,4 persen.

Jakarta, Obsessionnews.com – Perkembangan ekonomi Indonesia di tahun-tahun terakhir ini penuh tantangan. Di tengah-tengah tidak stabilnya perkembangan ekonomi global, pada tahun 2016 pertumbuhan ekonomi Indonesia masih cukup tinggi mencapai 5,02 persen.

Selanjutnya dapat pula dilihat bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia memiliki kualitas yang lebih baik karena diiringi dengan menurunnya tingkat ketimpangan. Penurunan ketimpangan ini dapat dilihat dari penurunan rasio gini yang besarnya 0,402 bulan September 2015 turun menjadi 0,397 Maret 2016 dan turun lagi menjadi 0,394 pada bulan September 2016.

Deputi bidang Pembiayaan Kementerian Koperasi dan UKM, Braman Setyo, mengatakan pertumbuhan ekonomi ini erat kaitannya dengan aktivitas pelaku usaha di Indonesia yang tetap meningkat dari waktu ke waktu.

“Peningkatan usaha ini dilakukan melalui pemanfaatan modal sendiri maupun dukungan modal luar yang bersumber dari utang atau kredit dari perbankan,” kata Braman di Jakarta, Senin (20/2/2017).

Misalnya terkait penyaluran kredit. Kredit yang disalurkan pada Desember 2016 tumbuh 7,8 persen. Kredit perbankan yang disalurkan kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menegah (UMKM) per Desember 2016 juga tumbuh 8,4 persen.

Hingga Desember 2016 pemerintah mencatat penyerapan Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 94,4 triliun dari Rp 100 triliun yang ditargetkan. Penyaluran KUR kepada UMKM, pada akhirnya memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

“Karena besarnya penyaluran kredit berhubungan dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi,” ucap dia.

KUR kata Braman, juga berkontribusi bagi penurunan angka ketimpangan sosial atau rasio gini di tanah air. Tahun 2016 angka rasio gini 0,39 turun dari sebelumnya 0,40 pada 2015. Sedangkan pada 2019 rasio gini ditargetken turun hingga 0,36 sesuai target RPJMN.

“Sasaran KUR adalah UMKM yang merupakan kelompok masyarakat menegah ke bawah. Dengan meningkatnya pengeluaran UMKM bagi pengembangan usahanya melalui dukungan KUR maka akan berkontribusi terhadap penurunan rasio gini,” tutup Braman. (Has)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.