Minggu, 29 Januari 23

Pertamina Tuding Ada Pihak Halangi Kita Mandiri Energi

Pertamina Tuding Ada Pihak Halangi Kita Mandiri Energi

Jakarta, Obsessionnews PT Pertamina (Persero) menyebutkan ada pihak yang sengaja membiarkan kilang minyak di Indonesia tidak berkembang. Imbasnya Indonesia tidak bisa menjadi negeri yang mandiri di sektor energi dan harus bergantung pada impor.

Sekretaris Perusahaan Pertamina Wisnuntoro membeberkan, terhitung sejak tahun 2000, banyak investor yang mau membantu Pertamina membangun kilang. Tapi hingga kini, tidak ada satu pun yang diizinkan pemerintah. “Begitu kuatnya satu pihak yang memproteksi sehingga jangan sampai kilang Indonesia itu maju,” ujar Wisnuntoro di Jakarta, baru-baru ini. (Baca: Soal Pertamina, Rizal Ramli dan Faisal Basri Saling Kritik)

Sayangnya, dia tidak mau menyebutkan pihak mana yang sengaja membiarkan Indonesia mengimpor minyak. Namun Wisnu menyebut, pihak yang dimaksud adalah pemerintahan sebelum pemerintahan Jokowi.

“Ya terbukti tapi pemerintah yang dulu-dulu, saya tidak sebutkanlah. Dan baru pemerintahan sekarang ini kita mungkin nanti satu atau dua bulan ini kita resmikan yang di Cilacap. Intinya kita berbenah untuk bangun kilang,” terang dia.

Saat ini Indonesia memiliki 10 (sepuluh) kilang minyak, baik yang dimiliki PT Pertamina (Persero) maupun Badan Usaha swasta lainnya dengan total kapasitas pengolahan kilang minyak adalah sebesar 1,156 juta barel per hari.Sedangkan kebutuhan mencapai 1,6 juta barel. Dengan kondisi ini, untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri saja Pertamina harus menutupi dengan impor.

Petral - Pertamina

“Dari dulu itu selalu tidak berhasil. Tanda tanya besar. Alhamdulillah mudah-mudahan sekarang ini berkembang terus, pemerintahan pertama ini kita sudah punya kilang yang fight, paling enggak kita bisa bikin 1,6 juta barel per hari. Jadi tidak dimainkan dengan Singapura lagi. Kita lebih mandiri lah,” tukasnya.

Kilang Balongan merupakan kilang terakhirnya yang dibangun PT Pertamina pada tahun 1994.Padahal,upaya pemerintah untuk menarik pemodal membangun kilang minyak dengan insentif fiskal berupa fasilitas pajak penghasilan sebagai tertuang dalam PP No 62 Tahun 2008. (mtv/rez)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.