Minggu, 25 September 22

Pertamina Respon Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg

Pertamina Respon Kelangkaan Gas Elpiji 3 Kg

Bandung– Pasca penyesuaian harga elpiji 12 kg, Pertamina Pemasaran Jawa Bagian Barat memastikan pasokan Elpiji 3 kg di tiga provinsi, yakni Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten dalam kondisi aman. Demikian dijelaskan Milla Suciyani, Asisten Manager External Relations Marketing Operation Region III PT Pertamina (Persero).

Sebagai langkah antisipasi peningkatan kebutuhan elpiji 3 kg dilakukan penambahan pasokan di beberapa wilayah seperti Bandung Raya, Sumedang dan Cianjur.

Sehari setelah penyesuaian harga elpiji 12kg, Pertamina menambah pasokan stok elpiji 3 kg di Bandung Raya dan Sumedang sebanyak 100% dari alokasi harian, yaitu masing-masing sejumlah 224.000 tabung dan 60.000 tabung. Untuk wilayah Cianjur, Pertamina telah memberikan tambahan pasokan pada tanggal 3 Januari 2015 sebanyak 45.720 tabung dan kembali memberikan tambahan pasokan pada tanggal 10-12 Januari 2015 dengan total tambahan sebanyak 94 ribu tabung atau 200% dari alokasi harian.

Selain penambahan pasokan elpiji 3 kg ke masyarakat, Pertamina juga melakukan upaya-upaya untuk mencegah beralihnya pengguna elpiji 12 kg ke elpiji 3 kg. Antara lain dengan mengeluarkan himbauan kepada agen/pangkalan untuk tidak melayani pelanggan atau pengecer baru dan mengutamakan pembeli dari rumah tangga.

Pertamina sebagai badan usaha yang diberikan tugas oleh pemerintah untuk melakukan distribusi barang bersubsidi dalam hal ini elpiji 3 kg, senantiasa memonitor peredaran tabung di masyarakat melelui sistem monitoring SIMOL3K. Dengan sistem ini, perjalanan distribusi elpjii 3 kg dapat dipantau, sehingga mencegah terjadinya penyelewengan pendistribusian elpiji.

Pertamina kembali mengingatkan elpiji 3 kg ini sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM No. 26/2009 tentang Penyediaan dan Pendistribusian Liquefied Petroleum Gas bahwa LPG tertentu (elpji 3 kg) diperuntukkan bagi rumah tangga dengan belanja bulanan maksimal Rp 1,5 juta dan usaha mikro, yakni usaha dengan modal kurang dari Rp 50 juta dan omset kurang dari Rp 300 juta per tahun. Untuk kalangan yang tidak berhak menggunakan elpiji 3 kg, Pertamina menyediakan produk elpiji non-subsidi, yakni tabung 50 kg, bright gas kemasan 12 kg, dan ease gas kemasan 9 kg dan 14 kg.

Pertamina juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama membantu pengawasan distribusi elpiji 3 kg agar hanya digunakan oleh orang yang berhak. Apabila ada indikasi terjadinya penyelewengan elpiji 3 kg, masyarakat dapat menyampaikan laporan ke kepolisian setempat, pemda, Hiswana, atau ke Pertamina melalui Contact Center Pertamina di nomor 500-000 (diawali kode daerah setempat). Pertamina juga membuka akses kepada masyakarat untuk melakukan pembelian pesan antar bright gas dan ease gas melalui contact center yang tersedia. (Dud)

Related posts