Jumat, 22 November 19

Pertamina Memperlancar Kegiatan di Sekolah Percaya Diri

Pertamina Memperlancar Kegiatan di Sekolah Percaya Diri
* Sekolah Anak Percaya Diri di Jl Barukang III Lorong 3 Makassar, Sulawesi Selatan. Sekolah ini sebagai sarana bagi anak-anak korban trauma untuk memulihkan kembali mental dan jiwanya dari trauma. (Foto: Pertamina)

Bantuan dari Pertamina

Menurut Nuraeni, perkembangan menggembirakan tersebut tak lepas dari bantuan PT Pertamina (Persero), melalui Marketing Operation Region (MOR) VII. Pertamina memberikan bantuan uang tunai untuk keperluan operasional sekolah, sehingga proses belajar dan mengajar menjadi lancar.

“Pertamina telah beberapa kali memberikan bantuan kepada sekolah ini. Mulai dari perlengkapan belajar mengajar, seperti papan tulis, peralatan peraga dalam pembelajaran, hingga mendatangkan volunteer dari luar negeri untuk dapat berbagi pengalaman dan ilmu kepada anak-anak,” ujar Ketua Kelompok Wanita Nelayan Fatimah Az-zahra yang juga menjadi binaan Pertamina ini.

 

Baca juga:

FOTO Pertamina Beri Bantuan BBM di Sorong

Pertamina Bangun Empat Terminal LPG di Wilayah Timur Indonesia

Jokowi: Pemegang Kartu Pra Kerja Bisa Masuk Pertamina

 

Setelah mendapatkan bantuan dari Pertamina, kini Sekolah Anak Percaya Diri bisa berjalan lebih maksimal.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman mengatakan, sebagai perusahaan Pertamina senantiasa peduli kepada pendidikan generasi penerus bangsa di seluruh Nusantara.

“Salah satunya dengan peduli pada perkembangan pendidikan anak-anak di Sekolah Anak Percaya Diri ini,” tandasnya.

Nuraeni mengungkapkan, sedini mungkin anak-anak dalam Sekolah Anak Percaya Diri ini dilatih berbagai macam keterampilan agar kelak mempunyai modal dasar yang bisa digunakan meningkatkan kapasitas dirinya.

Melalui sekolah ini anak-anak korban trauma berangsur meraih kembali kepercayaan diri dan keceriaannya. Mereka mulai berani tampil menyampaikan pendapatnya, lebih santun dan percaya diri berada di muka umum.

Selain belajar anak-anak korban trauma juga diajak berkumpul dan bermain bersama agar tetap masih bisa menikmati masa kecil mereka.

“Kami juga mengajarkan pentingnya lingkungan kepada mereka dan sebagai anak nelayan juga kami harap mereka tidak melakukan penangkapan ikan secara ilegal,” pungkasnya. (arh)

Pages: 1 2

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.