Jumat, 20 Mei 22

Persatuan yang Dirindukan

Oleh: Ustadz Felix Siauw, Pengarang dan Pengemban Dakwah

 

Siang itu  mobil yang saya kendarai diapit 2 mobil lain, satu di depan dan satu di belakang, masing-masing berisi 5-6 orang. Bukan niat jelek, justru mengawal perjalanan ke Solo.

Panitia berkali-kali memaksa mengawal, beberapa kali juga saya tegaskan saya lebih nyaman sendiri. Namun tuan rumah harus dihormati, jadilah saya dikawal panitia.

Memasuki tempat acara, shalat ashar tengah ditegakkan. Masjid yang jadi alamat kajian saya semuanya wanita, sebab lelaki tak boleh masuk, ditempatkan di jalan sebelah masjid.

Selepas kajian, jamaah berjubel memadati jalan-jalan dan lorong-lorong sekitar masjid. Ke mana pun memandang ada manusia, semua duduk dan berdiri dengan rapi.

Masya Allah, hitungan kasar ada sedikitnya 5.000 jamaah yang hadir di kajian Solo kali ini. Allah mengganti dengan yang lebih baik, lebih banyak dan lebih layak. Alhamdulillah.

Terlihat juga semua panitia dari Masjid Al-Falah Sragen hadir, kajian yang dibatalkan di sana, membuat kerinduan mereka akan ukhuwah semakin besar dan lebih lagi.

Organisasi Islam dan gerakan Islam terlihat jelas ukhuwahnya, terangkum oleh @KOKAMIndonesia, pemuda MMI dan JAT, serta elemen umat Islam lainnya.

Melihat semua itu, siapa yang tidak terharu? Ingin rasanya sampaikan pada baginda Nabi Muhammad, duhai Rasulullah, ini umatmu berkumpul bersama sebab cinta.

Rupanya inilah umat yang rindu persatuan, darah mereka menggelegak saat menyaksikan kedzaliman dan keserakahan merajalela di negeri mereka, muak akan semuanya.

Maka mereka berbondong-bondong datang, ingin memberi pesan, bahwa Islam tak sejahat yang dbingkai media, bahwa mereka mendukung Islam dengan jiwa dan raga.

Terlalu kecil bila mereka hanya datang, sebab ini kajian yang saya berikan, sebab apa yang bisa saya berikan? Tapi ramainya mereka memadati kajian, sebab rindu persatuan.

Tak pernah saya memberi kajian dalam kondisi jamaah yang begitu heroik, tiap peserta datang dengan kesadaran dan begitu terkendali, tak seperti yang dituduhkan pihak tertentu.

Di situ kemudian saya merasakan sakinah dalam hati, tepat seperti yang Allah janjikan. Dan saya yakin begitupun yang dirasakan tiap yang hadir pada saat itu.

Pikir dan rasa saya melayang mengingat Aksi Bela Islam 411 dan 212, perasaan yang sama saya rasakan saat kajian di Solo kemarin: persatuan yang dirindukan. (*)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.