Kamis, 1 Desember 22

Perppu Untuk Pilkada Bagaikan Buah ‘Simalakama’

Perppu Untuk Pilkada Bagaikan Buah ‘Simalakama’

Jakarta, Obsessionnews – Mengatasi tujuh daerah yang masih memiliki satu pasangan calon dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak masih menjadi permasalahan. Karena, ada yang beranggapan jika Presiden RI, Jokowi menerbitkan Peraturan Pemerintah Penganti Undang-Undang (Perppu) bisa menyelesaikan permasalahan itu, namun kalau perppu tersebut diterbitkan akan mencederai demokrasi, seperti buah ‘Simalakama’.

Anggota Komisi II DPR Yandri Susanto mengatakan, DPR RI sampai saat ini tidak bisa merekomendasikan apa-apa. Pasalnya jika diterbitkan Perppu maka akan menciderai demokrasi. Namun sebaliknya apabila tidak diterbitkan, maka Pilkada tidak dilakukan serentak, terlebih pasangan tersebut mencalonkan diri akan menjadi sia-sia.

“Kalau misalkan Perppu diajukan oleh DPR agar bisa satu pasang calon langsung dilantik itu kemunduruan bagi demokrasi. Tapi kalau misalkan Perppu ditolak kasihan juga calon itu hanya akan bergentayangan,” ujar Yandri di Gedung Bawaslu, MH Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (7/8/2015).

Sekedar untuk diketahui, Ketua KPU Husni Kamil Malik mengaku pihaknya membuka kembali masa pendaftaran calon kepala daerah, khusus di tujuh daerah yang hanya memiliki satu calon. Pendaftaran tambahan ini akan dilangsungkan selama tiga hari, yakni 9-11 Agustus 2015.

Perpanjangan pendaftaran didahului denga masa sosialisasi selama tiga hari pada 6-8 Agustus. Masa pendaftaran tambahan ini hanya berlaku di tujuh daerah yang saat ini masih memiliki satu calon kepala daerah, yakni Kabupaten Tasikmalaya di Jawa Barat, Kota Surabaya, Kabupaten Blitar, dan Kabupaten Pacitan di Jawa Timur, Kota Mataram di Nusa Tenggara Barat (NTB), Kota Samarinda di Kalimantan Timur, dan Kabupaten Timor Tengah Utara di Nusa Tenggara Timur (NTT). (Purnomo)

Related posts

Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.